Cuek Pada Orangtua, Dihipnotis Orang

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Pada tahun 2012 yang lalu aku pernah melakukan hal sepele namun mendatangkan akibat terhadap diriku. Ketika itu, aku hendak melamar kerja ke wilayah Semarang, di tempat restoran temanku .

Ilustrasi

Pagi-pagi sekali aku sudah siap di depan rumah untuk menunggu angkot yang datang. Maklum, rumahku depan jalan raya, namun tanpa izin sama sekali kepada orang tuaku, aku tak memperdulikannya sambil masuk ke angkudes yang telah berhenti di depanku.

Semula semuanya baik-baik saja. Tapi ketika aku sudah sampai di daerah X di kota Semarang, di saat aku sedang kebingungan mencari alamat temanku karena nomer telponnya tidak aktif setelah dihubungi, akupun mulai gelisah.

Dari arah berlawanan, tiba-tiba bapak-bapak yang bawa sepeda motor datang menghampiriku untuk bertanya ini dan itu.

Semula, aku tidak berprsangka apa-apa kepadanya, apalagi bapak itu seolah kenal dengan desaku dan keluargaku. Aku hanya percaya-percaya saja, karena aku tak waspada pada orang asing.

Alangkah mengejutkannya ketika bapak itu menawari pekerjaan kepadaku karena kebetulan diriku sedang mencari pekerjaan.

Alhamdulillah. Aku menerima dengan menyerahkan surat-surat lamaran kepadanya. Namun alangkah malangnya diriku karena aku terlalu percaya sama orang asing.

Berkali-kali dia menepuk pundakku. Akupun tak curiga sedikitpun. Aku mau-mau saja diajak kemana pun dia, dan sampailah aku di daerah X, yaitu sekitar 1 kilometer telah melewati daerah Salatiga, Jawa Tengah.

Aku masih sadar apa yang dia omongkan kepadaku dari awal sampai akhir, namun aku seakan tak punya tenaga untuk berprasangka buruk sedikitpun, apalagi dia seakan tahu apa saja yang ada dipikiranku.

Akhirnya, ketika orang itu menurunkan aku dari sepeda motornya dan dia pergi jauh, barulah kesadaran untuk bertindak muncul.

Aku sadar bahwa jaket, tas, dompet dan ijazahku telah raib dari tanganku.

Aku sangat menyesal dan kemudian aku baru ingat bahwa mungkin ini adalah balasan dari Allah karena aku menyakiti hati orang tuaku dengan pergi tanpa ijin.

Sejak itu aku semakin sadar dan sangat berhati-hati sekali agar segala hal yang akan aku lakukan harus seizin orangtua terlebih dahulu.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran untuk para Sahabat AkuIslam.ID yang membacanya di manapun berada.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...