Apakah Lansia Bisa Haid?

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Biasanya haid terjadi pada wanita usia remaja hingga dewasa. Namun, bagaimana ketika usia memasuki 60 tahun, namun tetap keluar darah. Apakah masih tergolong darah haid? Berikut ini jawabannya.


Nyonya Amina (60), nenek empat cucu dari Kota Bogor ini heran karena sejak usia 55, dia mengeluarkan darah rutin tiga bulan sekali seperti darah haid. Padahal sebelumnya dia sempat berhenti haid pada usia 50 tahun dan seperti anggapan kebanyakan orang, dia telah mengalami masa menopause.

Dulu dia haid rutin sebulan sekali. Namun, sejak lima tahun terakhir, dia kembali mengeluarkan darah setiap tiga bulan sekali antara 4-6 hari. Yang ingin ditanyakan, apakah darah yang keluar tersebut tergolong haid?

Apakah dia harus meninggalkan shalat ataukah tetap melakukannya?

BEDA PENDAPAT

Keluarnya darah haid memang ada batasan minimalnya, yaitu untuk muslimah usia sembilan tahun. Sementara batas maksimal ulama belum sepakat, terkadang masih bersifat kondisional pada kejadian keluarnya darah tersebut. Namun, para ulama sepakat, kebanyakan darah haid berhenti pada wanita usia 50 tahun.

Seperti yang dijelaskan dalam buku fikih wanita karangan Syekh Kamil Muhammad Uwaidah. Bahwa, usia maksimal wanita haid adalah 50 tahun sehingga jika mengeluarkan darah selepas usia tersebut ada dua kategori.

Pertama, dianggap sebagai proses sirkulasi darah yang mengalami kerusakan alias istihadah. Karena, Aisyah pernah menceritakan, "Apabila wanita telah mencapai usia 50 tahun, maka ia sudah tidak mengalami masa haid lagi."

Kedua, apabila darah tersebut keluar secara berulang-ulang, maka darah tersebut tergolong haid. Pendapat kedua ini dianggap oleh kebanyakan ulama lebih tepat. Karena, kondisi keluar darah di usia lebih dari 50 tahun banyak ditemukan pada wanita.

Seperti yang diriwayatkan bahwa Hindun binti Ubaidah bin Abdilah bin Zamaah melahirkan Abdillah bin Hasan bin Hasan bin Ali pada usia 60 tahun.

Sementara Ibnu Abu Bakar menjelaskan bahwa wanita yang telah berusia 50 tahun tidak akan melahirkan lagi, kecuali wanita bangsa Arab. Dan, wanita usia 60 tahun tidak akan melahirkan kecuali wanita Quraisy. Hal ini disebabkan wanita Arab jauh lebih kuat dibanding wanita bangsa lainnya.

Melihat dua pendapat di atas, maka apa yang dialami oleh Ny Aminah tentu tergolong haid, meskipun ada perubahan siklus dengan saat haid sebelum menopause. Saat darah keluar harus meninggalkan shalat. Sedangkan saat darah berhenti, harus segera mengerjakan mandi suci, lalu melanjutkan dengan mengerjakan ibadah wajib seperti shalat, puasa dan lainnya. Demikian penjelasan ini semoga bermanfaat.

Related Posts