Zikir Menghilangkan Kekejaman Suami

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Saya sudah menikah dan mempunyai anak 1, laki-laki berumur 7 tahun. Rumah tangga saya hancur berantakan tanpa sebab dan tanpa alasan.

Ilustrasi

Semua ini karena kelakuan dari suami saya. Sebenarnya, suami saya itu sangat mencintai saya, baik, perhatian bahkan penuh kasih sayang. Tapi yang saya tidak tahu, kenapa suami saya meninggalkan saya dan anak saya waktu saya hamil sampai sekarang.

Mungkin, itu karena keadaan. Pasalnya, mulai tahun 2006-2009 suami saya tak pernah pulang ke rumah, bahkan di hari lebaran pun ia tidak mau menjenguk anak.

Jika tidak saya kasih uang, tak mau pulang. Sebenarnya orang macam suami saya itu sangat kejam, tak bertanggung jawab dengan saya dan anak. Begitu egois.

Tapi yang saya tidak tahu, kenapa hati saya tak bisa berbohong, saya masih mencintai dia dan masih berharap hidup bersatu karena demi anak.

Kalau mengingat kekejaman itu, saya muak dan benci dengan suami saya. Tapi, kenapa suami tidak mau melepaskan saya atau menceraikan saya, tapi di posisi lain selalu meninggalkan saya atau anak saya. Sakit hati saya ketika mengingat hal itu.

Dengan kondisi seperti itu, apa yang harus saya lakukan?

Di Taiwan, saya selalu berbayang-bayang suami. Suami saya selalu menghantui pikiran saya. Saya minta tolong bagaimana agar hati saya tenang dan damai. Doa atau zikir apa yang harus saya baca agar hati ini tenang selalu, agar kekejaman suami saya menghilang dan tidak menghiraukan seorang istri?

Seandainya kami bisa bersatu (rujuk) kembali, apa bisa bahagia?

Dulu suami saya selalu "bersumpah" atas nama Qur'an dengan ucapan-ucapan yang membuat hati saya yakin, tapi di bulan itu saya mendengar berita yang tidak pantas. Hati kecil saya lemas. Saya selalu berdoa semoga sehat walafiat dan masih mempedulikan atau mencintainya.

Jalan mana yang harus saya pilih? Apa saya harus berjuang untuk dapat bersatu kembali?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirimkan oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Taiwan

Kita memang bukan Nabi Saw. yang sangat penyabar. Tetapi, kita adalah umat beliau yang diminta untuk mencontoh cara hidup beliau.

Dan Anda, Insya Allah tahu, bahwa tidak ada yang paling hebat ujiannya kecuali Nabi kita. Saat beliau didzalimi, bukan balik membalas. Tetapi mengulurkan kasih sayang, bahkan merintih dalam doa beliau, "Allahumahdii qawmii fainnahum laa ya'lamuun" (Ya Allah, berilah hidayah/petunjuk bagi kaumku karena mereka tidak mengetahui (kezaliman dan kekhufuran mereka).

Perbuatan suami Anda bisa jadi dianggap sebagai perbuatan yang kejam dan tidak bertanggung jawab. Tetapi jangan lupa, selama hidup, seseorang masih memiliki peluang untuk berubah. Sekejam-kejamnya orang, masih punya peluang bertaubat.

Sama dengan sealim-alimnya orang, tetap masih juga punya peluang berbuat maksiat dan berdosa. Karena itu, jangan mudah memvonis dan juga jangan sinis. Tetaplah optimis, suatu saat nanti suami mendapatkan hidayah-Nya.

Karena itu, perbanyaklah berdoa. Mintalah kepada Allah pada waktu-waktu malam Anda, doa khusus untuk sang suami. Doa Nabi Saw di atas bisa dibaca dengan niat untuk terbukanya mata hati sang suami.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...