Yakin Menjadi Mualaf Usai Mimpi Lafaz 'Allah'

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Konsep shalat lima waktu di dalam agama Islam begitu mencuri hati Ni Luh Karina. Ia pun kemudian mengucap syahadat untuk menjadi muslimah sejati. Ia semakin meyakini Islam sebagai agama yang benar setelah mimpi bertemu lafaz 'Allah'. Berikut penuturannya.

Ilustrasi

Sahabat AkuIslam.ID yang budiman, perkenalkan, nama saya Ni Luh Putu Karina Windy Ashari. Saya berumur 23 tahun dan tinggal di Surabaya. Kini saya bekerja sebagai customer service di salah satu bank swasta nasional di Surabaya.

Perjalanan saya memeluk agama Islam sangatlah berliku karena latar belakang keluarga Hindu. Bapak bernama I Ketut Wiartana dan ibu bernama Ni Ketut Suartini, keduanya asli Bali dan pemeluk Agama Non-Muslim yang taat.

Saya sendiri dilahirkan di Bali. Masa kecil pun dihabiskan di Bali sampai pada akhirnya bapak ditugaskan di Surabaya. Kondisi itu mengharuskan kami sekeluarga boyongan ke Kota Pahlawan. Saya pun mengenyam pendidikan sekolah dasar di Surabaya yang mengharuskan saya selalu bersinggungan dengan agama Islam, lantaran kawan-kawan mayoritas beragama Islam.

Sejak kecil saya sudah tak asing dengan ibadah shalat yang dilakukan umat Islam. Itu lantaran teman-teman saya sering mengajak ke musala.

Meskipun saya hanya menunggu di depan musala, tapi saya melihat bagaimana mereka beribadah. Sebenarnya dalam agama saya juga ada yang namanya sembahyang, yang dilakukan. Akan tetai saya takjub dengan Islam karena dalam sehari, orang Islam bisa shalat lima kali. Itu artinya mereka lebih sering 'bertemu' dan mengingat tuhannya.

KONSEP PAHALA

Saat memasuki masa remaja di SMA, saya pun sering ikut masuk kelas agama Islam meskipun saat itu saya berstatus bukan beragama Islam. Biasanya siswa non-muslim diperkenankan tidak mengikuti pelajaran agama Islam, tapi saat itu saya memilih untuk mengikutinya.

Secara tidak langsung, ilmu agama Islam yang diajarkan guru masuk ke dalam memori otak saya. Saat itu saya berkesimpulan bahwa sedikit saja hal positif yang dilakukan umat Islam, maka itu akan berbuah pahala. Sebaliknya, hal negatif ataupun kemaksiatan yang dilakukan, meskipun itu kecil, maka akan dinilai sebagai dosa.

Sehingga, saat itu saya menganggap Islam sebagai agama yang suci dan rahmatan lil alamin. Hal itu membuat keinginan saya memeluk Islam semakin kuat.

Hidayah ALlah SWT kepada saya tak hanya berhenti disitu saja. Allah SWT telah mengatur pertemuan saya dengan seorang muslim yang Insya Allah akan menjadi suami saya. Ia bernama Pondra Alkatiri, seorang pria berketurunan Arab yang bekerja di salah satu bank nasional terbesar milik pemerintah di Surabaya.

Dialah yang mengajarkan saya tentang kitab suci Alquran. Meski tak mudah, perlahan saya merasa bahwa Islamlah agama yang paling sempurna. Islam merupakan agama penutup dan terakhir bagi umat Nabi Muhammad Saw.

Sampai pada akhirnya pada awal tahun 2014 lalu saya resmi mengucap syahadat yang dibimbing oleh seorang Kyai di Surabaya. Saya bersyahadat sebanyak tiga kali dan Alhamdulillah lancar.

PETUNJUK MIMPI

Tepat setahun yang lalu setelah masuk Islam, saya pernah bermimpi aneh. Dalam mimpi itu saya berada di jalan yang gelap. Namun, tiba-tiba muncul sebuah jembatan yang terang benderang. Saya mencoba melalui jembatan itu dengan sangat hati-hati.

Ternyata di sekeliling jembatan itu terdapat lafaz 'Allah'. Pohon-pohon di sekitar jembatan itu maupun awan di langit berbentuk tulisan 'Allah'. Subhanallah. Mimpi itu semakin meyakinkan saya bahwa Islam adalah agama yang sanggup membawa ke jalan kebenaran.

Saya juga bersykur karena keislaman saya tidak mendapatkan pertentangan dari kedua orang tua saya. Malah ibu selalu mengingatkan saya untuk shalat lima waktu. Keluarga saya amatlah demokratis. Ibu membiarkan saya memilih agama Islam yang saya anggap agama yang paling benar. Sehingga, tak menjadi masalah yang besar di keluarga.

Di lingkungan kerja sendiri kawan-kawan sangat pengertian. Mereka sering memberi saya kerudung. Mereka bangga saya dapat menjadi mualaf. Meskipun terkadang masih jarang memakai kerudung. Saya mencoba memakai hijab lantaran dalam hati saya ingin menjalankan perintah Allah, yakni menutupi aurat.

Insya Allah, akhir tahun ini saya akan melangsungkan pernikahan. Semoga nantinya keluarga yang saya bangun menjadi sakinah mawaddah warahmah. Amin.


loading...