Wajibkan Menghidupi Orangtua Setelah Menikah

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Saya sedang bingung. Karena problem yang saya hadapi ini tak mampu saya pecahkan sendiri, apalagi persoalannya menyangkut hubungan saya dengan orangtua saya, serta kehidupan masa depan saya kelak.

Ilustrasi

Saya adalah seorang gadis berumur 25 tahun. Insya Allah tahun ini saya akan menikah. Tapi, hampir seluruh gaji saya diberikan untuk keluarga saya.

Saya meng-kredit rumah untuk tempat tinggal kedua orangtua saya. Yang saya bingung, bagaimana jika saya menikah, sedangkan, penghasilan calon suami saya pun bukan terbilang "Wah".

Kebetulan saya dan dia sama-sama anak pertama. Dia pun punya masalah yang sama dengan saya. Ayah saya masih ada. Tapi, penghasilannya juga pas-pasan.

Pernah saya coba menyuruh ayah saya untuk pindah kerja dan mencari pekerjaan dengan penghasilan yang agak lumayan.

Tapi, ayah saya cuma bisa tersenyum kecut, dan bilang: "Emang cari kerjaan gampang."

Pertanyaan Saya:

Jika saya nanti sudah berkeluarga, apakah hukumnya wajib menafkahi keluarga, sedangkan ayah saya masih ada?

Apakah saya berdosa jika saya tidak bisa membiayai adik saya sekolah dan tidak menafkahi keluarga saya?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirimkan oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Jakarta

Anda boleh membantu sesuai dengan kemampuan. Jangan dilepas sama sekali. Menafkahi orangtua itu wajib, tapi sesuai dengan kemampuan Anda.

Seorang anak wajib berbakti kepada orangtua. Sebab, apa yang kita peroleh juga berkat jasa orangtua yang telah mendidik kita. Tapi, itu semua sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan dipaksakan kalau tidak mampu.

Kalau dulu waktu Anda masih belum menikah, Anda membantu orangtua seluruhnya. Tapi, kalau Anda sudah berkeluarga, Anda membantu separuhnya saja.

Lalu, bagaimana kalau suami tidak mengizinkan? Uang Anda itu kan bukan milik suami. Itu uang Anda. tidak masalah.

Saran saya, Anda tetap bekerja dan membantu orangtua dan mendidik adik-adik Anda. Itu ibadah namanya.

Kepada orang lain saja kita harus membantu, apalagi kepada keluarga. Sebaiknya Anda memikirkan baik-baik hal ini.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...