Nilai Silaturahmi Di Hari Raya Dan Hari Lain

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Saya adalah seorang ibu rumah tangga dengan enam anak. Suami saya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sudah hampir 20 tahun saya dan keluarga tinggal di Jakarta.

Ilustrasi bersilaturahmi

Setiap kali Hari Raya Idul Fitri tiba, kami selalu mengalami masalah. Kebetulan orangtua dan mertua saya tinggal di kampung.

Orangtua saya di Lampung, sementara mertua saya di Surabaya. Sehingga, setiap Lebaran kami sekeluarga harus bersilaturahmi kepada orangtua dan mertua.

Yang menjadi problem bagi saya adalah mengenai dana yang kadang tidak sedikit untuk berkunjung ke kampung halaman orangtua. Sementara, penghasilan suami saya terbatas. Yang menjadi pertanyaan saya adalah :

Apakah nilainya sama antara bersilaturahmi atau berlebaran di Hari Raya Idul Fitri dengan sesudah Hari Raya?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirim oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Jakarta.

Silaturahmi diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya kapan saja, dan tidak harus di Hari Raya Idul Fitri.

Kalau memang menyusahkan, karena ongkosnya mahal, kemudian berdesakan, nanti saja setelah lebaran, atau sekarang. Artinya, selama kita senggang, kita silaturahmi kepada orangtua kita, kemudian ketika Lebaran tiba, kita tidak harus pulang kampung. Itu boleh-boleh saja.

Atau, bisa saja orangftua kita, yang kita minta ke Jakarta, dengan cara kita memberi ongkos dan membiayai mereka. Atau, kita jemput mereka sebelum Hari Raya tiba ke Jakarta. Dengan begitu mungkin lebih meringankan Anda.

Semua itu bisa diakalin. Tidak harus di Hari Raya. Silaturahmi kapan saja. Firman Allah, "Ketika dua orang muslim bertemu dengan saling berjabat tangan dengan niat memberi maaf, maka doa keduanya diampuni oleh Allah SWT."

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...