Memelihara Anjing Dalam Pandangan Islam?

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Selama ini hal ini masih menjadi banyak pertanyaan bagi banyak orang, mengenai "Memelihara Anjing" apakah boleh seorang Muslim memelihara Anjing?

Memelihara Anjing Menurut Islam

Bagaimana hukum memelihara anjing untuk keperluan alarm rumah atau untuk penjagaan rumah dari adanya pencuri?

Anjing merupakan hewan yang sudah lama dekat dengan manusia. Bila hukumnya haram untuk dipelihara lantas siapa yang akan memberikan makan hewan tersebut, sedang anjing makhluk Allah juga?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirimkan dari Sahabat AkuIslam.ID dari Bandung.

Anjing merupakan makhluk Allah juga seperti bintang-bintang lainnya. Hanya saja, bila dipelihara harus menjaga dari kenajisannya.

Sebab segala yang dijilatnya, terutama tempat-tempat penting seperti tempat makan, minum, tempat shalat dan sebagainya, harus di cuci secara istimewa, yakni tujuh kali dan salah satu di antaranya dengan tanah suci.

Ulama berbagai mazhab membolehkan seorang memelihara anjing antara lain untuk menjaga dari berbagai bahaya yang dapat mengancam.

Tidak ada larangan memelihara anjing. Cuma mesti hati-hati terhadap semua bejana. Al-Qur'an juga membolehkan menggunakan binatang buas yang diajar untuk berburu dan hasil buruannya selama tidak dimakannya walau sedikit halal dimakan oleh siapa pun (QS. 5:4).

Sekali lagi, permasalahan yang ada pada anjing adalah jika anjing tersebut masuk keluar rumah. Dalam mazhab Abu Hanifah, anjing pada dasarnya tidak najis, dengan alasan antara lain agama membolehkan kita memeliharanya dalam rangka berburu atau penjagaan.

Yang najis adalah mulutnya saja atau liur dan kotorannya, sehingga Nabi Saw. bersabda, "Sucinya bejana salah seorang di antara kalian, bila anjing minum darinya, adalah dengan mencucinya tujuh kali, yang satu di antaranya dengan tanah" (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Baca Juga Yang Lainnya: