Lantaran Meremehkan Al-Quran

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Pengalaman ini dialami oleh ayah saya. Sekitar 9 tahun yang lalu keluarga kami tinggal dir umah mertua ayah. Waktu itu saya masih duduk di bangku SMP.

Ilustrasi

Kedua orang tua bekerja di instansi pemerintah sehingga keluarga kami terbilang berkecukupan. Waktu itu saya sudah punya 2 adik.

Alhamdulillah pada awalnya keluarga kami masih nol terhadap agama Islam, namun Allah telah membuka hati kami untuk menerima Islam.

Berawal dari mengajar TPA, sedikit demi sedikit keluarga kami mempelajarinya. Hanya yang menjadi kendala, dan mungkin sebagai kehendak Allah, hal tersebut belum membuka hati ayah.

Sebenarnya dalam hati nurani ini, saya ingin sekali agar ayah memahami Islam dengan benar. Namun semua itu tergantung kehendak Allah terhadap hambanya.

Tiba suatu ketika, kami berbincang-bincang dengan ayah. Kebetulan paman saya, Om Agus, juga hadir dalam pertemuan itu. Om Agus memang sering mengisi pengajian-pengajian sehingga bisa memberikan pemahaman tentang Islam.

Ketika itu, Om Agus bilang, "Mas, sebaiknya Mas belajar baca al-Qur'an, karena hal itu bisa menenangkan hati dan melapangkan dada.

Saya melihat Mas mudah marah, kehidupan Mas seperti banyak menemui masalah," Namun tak disangka-sangka ayah malah berkata, "Ah, apa itu al-Qur'an? Itu kan sama dengan membaca majalah, koran, atau karangan ilmiah!" Masya Allah, jawaban itulah yang dilontarkan ayah.

Setelah beberapa hari dari percakapan itu, ayah ikut dalam sebuah perlombaan kesenian daerah dengan beberapa alat musik yang disebut Srandul.

Ketika sedang memainkan alat musik seruling, tiba-tiba dari arah samping ada grup Srandul lain yang membawa drum paling besar, dan bunyinya sangat keras sehingga kedua gendang telinga ayah pecah.

Selama beberapa hari, ayah menangis di kamar dan takur keluar. Ibulah yang senantiasa menghibur ayah. Ayah memang terlalu muda untuk menerima hal seperti ini, namun sebagai ujian dari Allah, dalam usia yang masih muda ayah sudah memakai alat bantu dengar, dan alhamdulillah sedikit demi sedikit Allah akhirnya membuka hatinya untuk menerima Islam.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...