Jenazah Dililit Akar Pohon

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan saling suka sama suka.... Dan barang siapa yang berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami (Allah) akan memasukkannya ke dalam neraka. (QS. An-Nisa: 29-30).

Ilustrasi

Malam itu, Nunainah (45) sebut saja demikian seketika tersentak bangun dari tidurnya. Detak jarum jam terdengar agak kencang di telinga. Maklum, rumah sangat sepi. Seisi penghuni rumah sedang terlelap dalam mimpi. Redup lampu yang menghiasai kamar menelenggelamkan Nunainah dalam sebuah lamunan.

Sedangkan sang suami, Armanto (50) (bukan nama sebenarnya) masih terbuai dalam indahnya bunga tidur. Dia lalu beranjak dari tempat tidur dan melihat jam dinding. Waktu ternyata masih menunjukan pukul 01.30 WIB.

Gelisah dan aneh. Demikian dirasa Nunainah. Sudah tiga kali ini dia mengalami mimpi serupa. Mimpi itu menceritakan kesengsaraan anaknya di alam kubur yang telah dipanggil Sang Pencipta sejak enam bulan lalu. Alm. Yanto (18) bukan nama sebenarnya. menjerit dan merintih kesakitan di sekujur tubuhnya. Dalam mimpi itu, Yanto meminta tolong agar ibunya melepaskan benalu yang mengikat kencang di sekujur tubuhnya. Namun saat disentuh, dia malah merintih kesakitan. "Ya Allah, ampunilah dosa-dosa anakku," demikian doa lirih Nunainah mengakhiri ingatan mimpinya.

Keesokan hari, Nunainah menghampiri suaminya yang sedang asyik duduk di serambi rumah. Kini, saatnya dia mencoba menceritakan mimpi-mimpi buruk yang mengganggu tidurnya. Sebab, tak ada gunanya lagi jika mimpi itu ia pendam sendiri. Perlahan dia kemudian menceritakan perihal mimpi itu.

Semula, Armanto tak begitu menanggapi. Namun, ketika istrinya mengatakan bahwa mimpi itu sudah dialami tiga kali, dia lalu serius menanggapi cerita mimpi istrinya itu. "Mungkinkah mimpi itu adalah isyarat bahwa ada sesuatu yang tertinggal dalam jasad mayat anakku?" begitu pertanyaan batin Armanto.

"Pak, mungkin kita harus membongkar kuburan Yanto dulu. Mungkin ada sesuatu yang menimpa jasad anak kita," ajak Nunainah kepada suaminya.

Hari itu pula, Armanto kemudian memutuskan untuk tidak pergi kerja. Kesibukan sehari-harinya sebagai buruh bangunan dia lupakan sebentar. Dia lalu memanggil dan mengumpulkan seluruh keluarga dekat di rumahnya untuk membicarakan kemungkinan kuburan Yanto akan digali kembali.

Ide membongkar kembali kuburan berusia enam bulan memang bukan perihal mudah untuk diterima. Banyak anggota keluarga keberatan dan tidak setuju. Namun tak sedikit, anggota keluarga lain menyepakati. Mereka beranggapan, tak ada salahnya jika itu dilakukan, selagi itu bertujuan untuk kebaikan almarhum. Akhirnya diambil sebuah kesepakatan bahwa kuburan Yanto akan dibongkar lagi.

Yanto disemayamkan di pemakaman tanah wakaf di Desa Waru (bukan nama sebenarnya). Tak banyak orang yang tahu peristiwa pembongkaran itu, hanya keluarga dekat dan beberapa tetangga yang membantu penggalian kuburan.

Meski peristiwa ini sudah lama, namun masih membekas dalam ingatan orang yang menyaksikannya. Sebab, ada keanehan yang menimpa jenazah.

Saat tanah kuburan berhasil digali, sebuah pemandangan aneh terlihat begitu jelas. Tubuh jenazah ternyata dipenuhi akar pohon. Anehnya, akar itu melilit seluruh tubuh layaknya ular besar yang sedang menyekap dan melilit tubuh orang dewasa, dari kepala hingga bawah kaki. Akar itu cukup besar, sebesar lengan tangan orang dewasa.

Lebih anehnya lagi, di sekitar kuburan itu tidak ada pohon besar yang tumbuh. Kalau pun ada hanya pohon-pohon kecil setinggi 1 hingga 2 meter saja. Pohon besar yang ada pun jaraknya berjauhan dengan kuburan. Artinya, secara logika, tidak mungkin jika akar yang melilit jenazah itu berasal dari pohon besar itu. Kondisi jenazah yang sudah tak utuh lagi itu terlihat sangat memprihatinkan.

Sejumlah keluarga yang melihat profesi itu hanya bisa menangis dan berdoa. Semoga, apa yang dilakukan almarhum diampuni Allah SWT. Sementara itu, tetangga yang menyaksikan hanya bisa tercengang dan keheranan. Tanpa menunggu terlalu lama, ibu almarhum meminta para penggali kuburan untuk memotong akar-akar pohon tersebut.

Terlebih dulu, Pak Ustadz yang hadir diminta untuk membacakan doa. Para pengunjung pun mengamini doa-doa yang dipanjatkan tokoh agama di tempat itu.

Pak Ustadz kemudian meminta kepada semua yang hadis di pemakaman itu untuk meaafkan seluruh kesalahan almarhum semasa hidupnya. Dengan kucuran air mata, Sang Ibu dan yang hadir dengan tulus memaafkannya. Mereka semua mengikhlaskan apa saja yang pernah mengganjal dalam hati mereka tentang kesalahan almarhum.

Tanpa ada kesulitan sedikit pun, akar pohon yang melilit jenazah itu akhirnya dapat dilepas. Mungkin inilah pelajaran penting yang bisa dipetik bagi orang yang masih hidup.

SUKA MENCURI


Yanto merupakan sosok ABG (Anak Baru Gede) yang cukup dikenal di tempat tinggalnya. Siswa sebuah SMA itu berasal dari keluarga yang serba kekurangan dari segi ekonomi. Tetapi ia tidak mau tahu tentang kondisi ekonomi orang tuanya itu. Sehingga, dia berusaha mencari sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhannya.

Yanto dikenal sebagai pemuda pemalas. Tidak saja di sekolah, di rumah maupun di lingkungan tempat tinggalnya dia dikenal sebagai anak pemalas dan nakal. Sehingga, dalam mencapai sesuatu dia lakukan dengan jalan pintas. Di samping itu, dia juga suka meminta uang secara paksa pada teman-temannya. Bagi mereka, Yanto merupakan sosok pemuda berandal dan ugal-ugalan.

Menurut penuturan seorang tetangga dan juga temannya, Sabarno (30), Yanto merupakan anak yang tidak mau mendengar nasihat orang tua. Dia selalu membantah dan menghiraukan larangannya. Ibarat kata pepatah, anjing menggonggong, kalifah tetap berlalu. Apa yang dikatakan ibunya tak lebih dari sekedar angin lewat. Masuk dari telinga kanan, dan keluar dari telinga kiri.

Bahkan, pada suatu hari dia pernah terpergok ibunya sedang mengumpulkan banyak buah mangga dan jambu hasil curian milik tetangga. Namun, Yanto dengan santai mengancam bahwa selama ibunya tidak memberikan cukup uang jajan, dia akan selalu melakukannya. Mangga curian itu rencananya akan dijual ke pedagang buah-buahan.

Melihat kenyataan ini Nunainah hanya bisa menangis. Dia menyadari bahwa selama ini dirinya memang tidak bisa mencukupi uang jajan anak-anaknya, termasuk Yanto. Namun begitu, dia tidak rela jika anaknya harus menjadi seorang pencuri. "Tapi To, kamu jangan mencuri buah-buahan milik tetangga. Itu haram dan bukan hak kamu," pinta Nunainah pelan kepada Yanto.

Ketika mencuri, Yanto tak pernah sendirian. Sebagai anak yang mudah bergaul, dia punya banyak teman. Dia mengambil buah-buahan itu dari kebun milik tetangga yang tak jauh dari rumahnya. Kebetulan, pada malam hari kebun itu tidak dijaga. Hanya pada siang hari saja, pemiliknya datang dan merawat, karena lokasi rumah dan kebunnya berjauhan.

Siang hari sebelum mencuri, Yanto dan teman-temannya terlebih dulu berkumpul usai pulang sekolah. Mereka membicarakan strategi dan pembagian tugas: sebagian memanjat dan satu orang menunggu dari luar kebun. Seperti biasa, usai disepakati jam berapa akan beraksi, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Saat waktu yang ditentukan tiba, mereka berkumpul di depan kebun. Ini tentu bukan pertama kali. Dalam aksi ini, dia dan teman-temannya langsung masuk lewat pagar tembok belakang kebun. Di samping pagar itu tidak tinggi, hanya sekitar 2 meter saja, di lokasi itu juga jarang dilewati banyak orang.

Dengan bermodalkan peralatan ala kadarnya, Yanto dan teman-temannya asyik memetiki buah mangga, rambutan dan jambu di kebun itu. Namun, di tengah aksi, salah satu batang pohon yang Yanto injak ternyata rapuh dan tidak kuat menahan berat tubuh. Seketika itu Yanto pun akhirnya terjatuh dari atas ketinggian sekitar 15 meter.

Walhasil, kedua kakinya terkilir. Lebih parah lagi, kulit dan daging kaki kanannya terkelupas karena tusukan besi dan seng berkarat. Besi itu masih menempel di bagian kaki yang bercucuran darah. Melihat kondisi Yanto, teman-temannya membawanya pulang ke rumah.

TERKENA TETANUS


Semenjak Yanto jatuh dari pohon mangga, luka di kakinya semakin parah. Meski luka terkilir di kakinya telah sembuh, namun luka tusukan besi itu menjadi infeksi. Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan membuat Yanto tak bisa berobat secara layak. Setelah beberapa bulan kemudian, kondisi luka di kaki Yanto kain parah. Melihat hal ini, Yanto kemudian dibawa ke seorang dokter. Menurut Dokter saat itu, Yanto terkena tetanus, Luka itu telah digerogoti bakteri.

Tetanus merupakan penyakit infeksi berbahaya karena mempengaruhi sistem urat syaraf dan otot. Bakteri penyebab penyakit ini masuk ke dalam tubuh manusia lewat luka dan kulit. Umumnya, gejala tetanus diawali dengan kejang otot rahang bersamaan dengan timbulnya pembengkakan, rasa sakit dan kaku di otot leher, bahu atau punggung. Kejang-kejang secara cepat merambat ke otot perut, lengan atas dan paha.

Karenanya, sehari-hari Yanto hanya bisa berbaring di tempat tidur. Teman-temannya yang semula akrab menjadi menjauh. Para tetangga yang dulu pernah didzalimi malah banyak memberi perhatian pada dirinya. Mereka terkadang membawakan buah-buahan dan minuman untuk Yanto. Dia sendiri merasa malu atas apa yang sering dia lakukan pada para tetangganya itu. Bagian dari milik mereka yang dulu pernah diambil tanpa seizin itu malah kini diberi dengan suka rela.

Hari demi hari begitu sulit Yanto lalui. Untuk keluar rumah saja dia harus minta bantuan ibunya. Dengan sebilah alat bantu berupa kayu, dia menjalani hari-hari panjang dalam hidupnya. Hingga pada suatu hari, rasa lemas dan kaku di sekujur tubuhnya memuncak. Mulutnya menggigil dan kejang-kejang. Badannya terlulai lemas dan kaku. Hingga akhirnya, malaikat maut pun memisahkan roh dan jasad Yanto. Hari itu menjadi saat terakhir bagi dirinya untuk menghirup udara di dunia yang fana ini. Inna lillahi wainnaa ilaihi raajiun.

PERJALANAN HIDUP


Mencuri merupakan kegiatan yang merugikan banyak orang. Sebab itu, Allah SWT secara tegas melarangnya. Sedikit atau banyak, mencuri tetap tergolong perbuatan keji dan munkar. Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan halan yang bathil, kecuali dengan perniagaan saling suka sama suka... Dan barang siapa yang berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami (Allah) akan memasukkannya ke dalam neraka. (QS. An-Nisa: 29-30).

Cara bathil yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah usaha yang tidak disertai unsur suka sama suka, seperti mencuri, merampok, menjambret, menodong, dan sejenisnya. Dalam al-Quran hal ini sering di singgung. Dengan adanya kegiatan mencuri, sudah barang tentu masyarakat akan merasa terganggu dan tidak nyaman. Balasan atau azab bagi pencuri kelak adalah neraka.

Siksaan atau azab itu, menurut Murtada Mutahhari, terbagi pada tiga hal. Pertama, azab berupa pelajaran dan peringatan. Ini terkait dengan hukuman antar manusia di dunia, seperti pemberlakuan hukum potong tangan, qishas, rajam dan lainnya. Kedua, siksaan sebagai hukuman di dunia, yakni azab yang terkait dengan hubungan sebab akibat dengan dosa, atau dengan kata lain adalah hukum sosial. Ketiga, azab akhirat, yaitu hukuman yang akan diterima langsung ketika berada di alam kubur dan di akhirat kelak.

Jadi, apa yang dialami Yanto sebenarnya merupakan pelajaran berharga bagi orang yang masih hidup. Melakukan sesuatu yang telah jelas dilarang oleh agam pasti akan menuai balasan yang setimpal dan sesuai dengan kejahatan yang dilakukan. Kalau di dunia ini mereka tidak mendapatkan balasan itu, di akhirat dia akan menjumpainya. Na'udzu billah tsumma na'udzu billah.


loading...