Jabatan Naik Berkat Sedekah

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Awalnya Tuti Hasnah (31), karyawati swasta di Jakarta ini mengajukan surat pengunduran diri dari tempatnya bekerja. Namun bukannya jawaban PHK yang ia terima, ia malah mendapat promosi jabatan yang lebih tinggi. Semua itu menurutnya adalah bagian dari keajaiban sedekah.

Ilustrasi

Ah, pengalaman saya biasa-biasa saja kok, nggak ada yang istimewa," ujar Tuti Hasnah (31) merendah ketika ditanya seputar pengalaman keajaiban sedekahnya. padahal, pengalaman sedekah wanita asli Betawi ini, tidak biasa. Selain keluarga yang sehat dan rukun, ia juga sering mendapat rezeki secara tak terduga.

Juni tahun 2008 lalu misalnya, Tuti mendapat surat dari manajemen bank tempatnya bekerja. Bukan surat PHK (pemutusan hubungan kerja) sebagai jawaban atas surat pengunduran diri yang dia ajukan pada April 2008, tapi malah surat pemberitahuan promosi jabatan.

Ya, Tuti di angkat menjadi supervisor sejak saat itu. Dengan kata lain, mau mundur kok malah naik jabatan.

JADI SUPERVISOR

Warga Rawabelong, Jakarta Barat ini mengungkapkan, dirinya ingin mundur lantaran merasa tertekan. Maklumlah, sebagai petugas di bagian call center, ia mesti menerima pertanyaan dan pengaduan dari nasabah dengan berbagai ekspresi. Ada yang baik-baik, ada yang tidak. Tak jarang ia menjadi sasaran amarah mereka. "Benar-benar bikin stres," kata Tuti.

Pada Juni 2007, atas ajakan seorang kawan, Tuti mengikuti qiyamul lail (shalat malam) bulan berikutnya, ia menyimak tausiah seorang Ustad tentang sedekah dalam pengajian di Ketapang, Tangerang.

Tercerahkan, Tuti memutuskan untuk menjadi donatur Ponpes Daarul Qur'an. Tak tanggung-tanggung, ia berkomitmen menyedekahkan sepertiga gajinya setiap bulan. "Itu sedekah terbesar saya yang pertama," akunya.

Selain sedekah, Tuti juga membiasakan shalat Tahajud, Duha, dan shalat-shalat sunah lainnya. "Semua itu membuat hati saya tenang, tidak stres," katanya.

Kemudahan juga dia dapatkan di tempat kerja. "Saya dipindahkan ke bagian lain yang lebih adem, bukan di call center lagi." kata Tuti sambil tersenyum.

Merasa sedekahnya masih kurang banyak, Tuti pun menjadi simpul PPPA Daarul Qur'an. Ia ajak orang di sekitarnya untuk sama-sama bersedekah. Tuti membentuk pengajian karyawan di sebuah Gedung di Jakarta. Dua minggu sekali, mengundang Ustad untuk mengisi tausiah, terutama mengenai kehebatan sedekah.

JIWA SOSIAL

Di tempat tinggalnya, Tuti juga aktif sebagai pengurus Irmawar (Ikatan Remaja Masjid Al Anwar). Mereka menyantuni puluhan anak yatim serta mendirikan Taman Bacaan. Irmawan yang pengunjungnya sebagian besar adalah anak-anak yatim.

Asyik dengan kerja dan berbagai kegiatan, sepertinya membuat perempuan manis ini "melupakan" sesuatu. Ya, ternyata Tuti belum menggenapkan ibadahnya dengan menikah. Bahkan pria yang dekat pun, ia mengaku belum punya.

Menyadari hal itu, Tuti mulai membuka hati. Ia tidak muluk-muluk tentang kriteria calon suami yang diidamkan. "Yang penting saleh, bisa membimbing saya dan anak-anak nanti," ucap Tuti malu-malu.

Dia sendiri siap menjadi perempuan yang baik buat keluarganya. Kerja dan aktivitas sosial misalnya, akan terus dijalani sepanjang tidak mengorbankan iman, perkawinan, dan keluarga.

Baca Juga Yang Lainnya: