Ibadah Di Malam Nisfu Syakban

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Rasulullah telah menyerukan untuk memperhatikan malam Nifsu Syakban (pertengahan bulan Syakban). Seperti shalat malam, zikir dan doa.

Ilustrasi

Rasulullah Saw bersabda, "Jika tiba malam Nifsu Syakban, maka bershalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah SWT menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, 'Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni? Adakah orang meminta rezeki, maka akan aku beri rezeki? Adakah orang yang tertimpa musbah, maka akan Aku selamatkan? Adakah begini atau begitu? Sampai terbilah fajar'," (HR Ibnu Majah).

PENUH KEBAIKAN

Malam Nifsu Syakban atau bahkan seluruh bulan Syakban sekalipun adalah saat yang tepat bagi seorang muslim untuk sesegera mungkin melakukan kebaikan. Malam itu adalah saat yang utama dan penuh berkah, maka selayaknya seorang muslim memperbanyak aneka ragam amal kebaikan.

Malam ini juga dikenal dengan nama Lailatulmubarokah (malam penuh berkah), Lailatulqismah (malam pembagian rezeki), Lailatultakfir (malam peleburan dosa), dan Lailatulijabah (malam dikabulkannya doa).

Doa adalah pembuka kelapangan dan kunci keberhasilan, maka sungguh tepat bila malam itu umat Islam menyibukkan dirinya dengan berdoa kepada Allah SWT. Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Doa adalah senjatanya seorang mukmin, tiangnya agama, dan cahayanya langit dan bumi," (HR Hakim).

MEMBACA QURAN

Tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah Saw tentang doa yang khusus dibaca pada malam Nifsu Syakban. Begitu pula tidak ada petunjuk tentang jumlah bilangan shalat pada malam itu. Siapa yang membaca Alquran, berdoa, bersedekah, dan beribadah yang lain sesuai dengan kemampuannya, maka dia termasuk orang yang telah menghidupkan malam Nifsu Syakban dan ia akan mendapatkan pahala sebagai balasannya.

 Adapun kebiasaan yang berlaku di masyarakat, yaitu membaca surat Yasin tiga kali, dengan berbagai tujuan, yang pertama dengan tujuan memperoleh umur panjang dan diberi pertolongan dapat selalu taat kepada Allah. Kedua, bertujuan mendapat perlindungan dari bahaya dan memperoleh keluasaan rezeki. Dan ketiga, memperoleh husnul khatimah (mati dalam keadaan iman), itu juga tidak ada yang melarang.


loading...