Cacat Akibat Berzina

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Kisah ini terjadi dua tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku kuliah. Saat itu, hari-hari saya bergelimang dengan kemaksiatan. Saya biasa menggunakan narkoba dan hidup free-sex dengan teman kuliah yang menjadi pacar saya.

Ilustrasi Kecelakaan

Hidup satu atap layaknya suami istri pun kami jalani tanpa ikatan pernikahan hingga saya melakukan aborsi tiap kali perbuatan tercela kami berbuah janin. Alasannya, saya dan pacar tak mau diganggu anak selama kuliah (saat itu kami menginjak semester akhir). Selain itu, pacar saya pun belum mempunyai pekerjaan tetap untuk membina sebuah pernikahan.

Hingga suatu hari, setelah diantar pacar saya untuk mendaftarkan diri sebagai calon PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Kabupaten, saat motor yang kami tumpangi memasuki pertigaan yang sepi, tiba-tiba, sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak kami.

Saya sempat terpental dan terguling beberapa meter di atas aspal dengan kepala jatuh terlebih dahulu. Sedangkan pacar saya terpental dan terseret mobil hingga luka parah. Motor kami pun rusak dan tak berbentuk lagi. Helm yang kami kenakan pun terbelah. Sialnya, mobil yang menabrak kami pun malah melarikan diri dan tak bertanggung jawab.

Kami berdua segera dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh penduduk setempat. Saya mengalami luka serius di bagian kepala dan mengalami amnesia temporer. Tangan kanan saya sendiri patah. Sementara pacar saya mengalami luka serius bahkan tulang bahunya retak dan kaki kirinya hancur tak berbentuk hingga harus di amputasi.

Kami hampir tak tertolong. Karena keajaiban dan pertolongan Allahlah yang membuat kami masih hidup, meski harus dirawat secara intensif selama berbulan-bulan. Kami sadar bahwa semua ini azab Allah atas semua perbuatan tercela yang telah kami perbuat selama bertahun-tahun.

Setelah kejadian itu, kami benar-benar ingin bertaubat. pasca beberapa bulan meninggalkan rumah sakit, kami memohon pada orang tua untuk segera melaksanakan pernikahan walaupun dengan sederhana.

Kini saya menjadi orang yang cacat, karena tangan saya yang patah tak bisa normal seperti dulu. Begitu pula pacar saya yang kini menjadi suami dan ayah dari anak kami yang kini berusia 9 bulan, ia harus berjalan dengan menggunakan alat bantu. Kami sadar ini adalah azab yang harus kami terima dengan tabah.


loading...