Banjir Arim

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Pernah mendengar kisah Kaum Saba' yang luluh lantak oleh banjir besar? Al-Qur'an mengabadikannya dalam surat as-Saba,' ayat 15-17.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Dulunya, Kaum Saba' hidup di suatu daerah yang diberkahi dengan kebun-kebun anggur yang subur dan luar biasa indahnya.

Karena terletak di jalur perdagangan, negeri Saba' memiliki standar kehidupan yang sangat tinggi dan menjadi salah satu kota yang disukai pada masa itu.

Namun, dalam perjalanannya, mereka menganggap bahwa merekalah yang menjadikan semua keadaan yang luar biasa tersebut ada.

Mereka tidak bersyukur dan berpaling dari Allah. Selanjutnya, Allah mengazab mereka dengan mendatangkan banjir besar.

Kebun-kebun anggur berikut ladang-ladang pertanian yang telah mereka tanami selama ratusan tahun hancur oleh banjir.

Di dalam al-Qur'an, azab yang dikirimkan kepada Kaum Saba' dinamakan Sail al-Arim yang berarti 'Banjir Besar'. Kata Arim berarti bendungan atau rintangan.

Ungkapan Sail Al-Arim menggambarkan banjir yang datang dengan runtuhnya bendungan ini. Setelah bencana banjir Arim, daerah tersebut berubah menjadi padang pasir.

Kaum Saba' kehilangan sumber pendapatan mereka. Pelan tapi pasti, kaum tersebut mulai terpecah-belah. Alkisah, Kaum Saba' meninggalkan rumah-rumah mereka dan berpindah ke Arab Selatan, Mekkah dan Syria.


loading...