Balasan Untuk Kejahatan

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Saya mahasiswi di sebuah perguruan tinggi Jakarta. Prestasi saya cukup memuaskan, meski kondisi ekonomi keluarga saya sederhana. Namun saya bosan dengan keadaan ini sehingga terseret dalam kejahatan.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Saya menjual barang-barang haram, menjual buku-buku curian yang saya ambil dari toko buku. Saya pun selalu berbohong kepada orang-orang yang saya kenal, termasuk orangtua tentang kemana saya pergi.

Saya abaikan shalat, tak pernah lagi belajar untuk kuliah. Saya lakukan pencurian di tempat-tempat berbeda agar satpamnya tidak hafal.

Ketika beraksi, saya merasa saya menang. Saya senang dan saya berhasil mendapatkan apa yang saya inginkan, namun hati kecil saya berkata, saya telah berbuat zalim terhadap semua orang, terutama pihak toko buku itu.

Tapi saya tidak peduli karena ingin mencoba bagaimana rasanya hidup mewah. Lalu saya beli Hp terbaru dengan uang itu. Namun saya selalu punya firasat bahwa cepat atau lambat saya akan mendapat balasan perbuatan saya.

Suatu hari, saya pergi ke mal dengan teman saya. Saya naik bajaj dan duduk di pinggir. Tiba-tiba dari jauhg ada dua orang yang mengikuti saja dan teman saya dari belakang. Saat jalan macet, tangan perampok itu merampas tas saya dengan sangat cepat.

Sejak saat itu, saya shock dan trauma. Firasat itu benar, saya telah mendapatkan apa yang saya perbuat selama ini. Saya menyesal. Saya kembalikan buku-buku itu ke toko buku tersebut, saya bayar buku-buku yang sudah terjual. Kini saya memulai hidup baru dan berusaha terus dekat dengan-Nya.


loading...