Allah Menegurku Lewat Lumpuh

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Peristiwa ini terjadi di Lampung Tengah. Saat itu, saya mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang pemiliknya adalah non muslim. Namun, meski para karyawannya banyak yang muslim, yang mengerjakan shalat bisa dihitung dengan jari.

Ilustrasi

Akhirnya, saya yang sebelumnya terbiasa shalat pun ikut-ikutan tidak melaksanakan shalat. Maka jadilah hari-hari dalam kehidupan saya diisi dengan bekerja dan bekerja.

Saya termasuk orang yang sanggup bekerja keras. Setiap hari, saya mengambil lembut. Dari pagi sampai jam 22.00 malam. Kadang-kadang, kalau saya mengerjakan borongan, saya bekerja hingga dini hari menjelang pagi.

Yang tersirat dibenak saya adalah saya harus sukses. Keyakinan saya berubah. Kerajinan serta kerja keras saya diperhatikan oleh bos. Setapak demi setapak, keadaan ekonomi saya semakin bagus. Posisi saya di perusahaan pun sudah bukan karyawan biasa lagi.

Meski berbekal pendidikan SLTA semata, bos saya mempercayai saya untuk memegang manajemen perusahaan.

Anehnya, di tengah menapaki kesuksesan ini, saya belum juga mengingat Allah sebagai rasa syukur kepada-Nya, saya lupa shalat. Saya terus mengejar karier dan bercita-cita ingin punya usaha sendiri seperti bos saya.

Akhirnya, pada tahun 1978, saya keluar dari perusahaan dengan niat buka usaha sendiri. Saya mencoba usaha sendiri meski itu kecil-kecilan.

Bentuk usahanya pun sama dengan perusahaan dimana saya bekerja dulu. Alhamdulillah, usaha saya disambut pasar karena di daerah itu hanya satu-satunya. Setelah setahun punya usaha, hasilnya terlihat lebih bagus dibanding empat tahun saya bekerja di perusahaan yang dulu. Sayang, saya khilaf, saya masih lupa Allah untuk mensyukuri nikmat.

Akhirnya, sekitar tahun 1979, saya jatuh sakit. Pada awalnya, sakit saya terlihat biasa-biasa saja. Hanya panas dingin dan batuk semata. Namun, setelah diperiksa dokter, penyakit saya ternyata malaria tropica. Bulan berikutnya, saya mengalami lumpuh total dimana makan saja saya harus disuapi.

Kegiatan usaha saya pun macet, karena pemikiran saya terpusat bagaimna cara bisa sembuh. Saya sering berobat ke dokter dan orang pintar, namun hasilnya tetap nihil.

Hingga suatu hari, saya kedatangan tamu seorang guru agama SD. Beliau datang ke rumah untuk menengok saya tanpa saya hubungi sebelumnya. Pak guru tadi menghampiri saya yang terbaring lemas tak berdaya. Beliau bertanya : "Sudah berapa hari saya tidak shalat?" Ketika saya jawab "Bukan hari, tapi tahunan. Saya sudah lima tahun tidak shalat", ia mengucapkan istighfar dan berkata bahwa "Barangkali sakit bapak ini teguran dari ALlah SWT. Saya sarankan bapak untuk shalat lagi." Guru tersebut pun memberikan wejangan-wejangan yang menyentuh nurani saya.

Sejak kunjungannya itulah, akhirnya saya memutuskan untuk shalat lagi. Dalam keadaan masih lumpuh, saya pun mulai shalat lagi.

Alhamdulillah, sungguh ajaib, berangsur-angsur penyakit saya semakin membaik. Saya mulai bisa duduk, dan saya pun shalat dalam keadaan duduk. Saya pun mulai bisa berdiri dan berjalan meski tertatih-tatih.

Hingga akhirnya saya sehat kembali dan bisa melaksanakan shalat layaknya orang sehat seperti sedia kala. Sejak ditegur Allah dengan sakit lumpuh dan sekarang sehat kembali, saya takut meninggalkan shalat.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...