Akibat Semena-Mena Pada Binatang

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Peristiwa ini terjadi 4 tahun yang lalu. Waktu itu ayahku masih hidup. Semasa hidupnya, ayahku senang sekali dengan binatang, terutama kucing yang keberadaannya cukup berarti di dalam rumah kami.

Ilustrasi

Dia diberi nama Pusko. Setiap ayahku pulang, dia selalu tahu dan menyambut duluan. Aku selaku anak bungsunya tentu iri, aku berpikir masih sayang ayahku diambil olehnya.

Suatu hari, ketika aku sedang membersihkan rumah, si Pusko kulihat batuk-batuk. Belum sempat aku mengusirnya keluar, tiba-tiba dia muntah, tepat di tempat aku sedang menyapu. Aku yang emosi langsung saja mengepalkan tanganku dan memukul kepalanya hingga berbunyi.

Dia yang terkejut langsung lari terbirit-birit. Setelah kejadian itu, sebenarnya terbesir rasa kasihan dan penyesalan. Ketika ayahku pulang kerja, aku cerita padanya bahwa si Pusko baru saja kupukul karena muntah.

Ayahku yang tahu aku begitu tega menjadi marah. Anehnya sejak kejadian itu, si Pusko tidak pernah pulang ke rumah kami lagi.

Seminggu kemudian, aku mulai merasakan tanganku sakit. Semakin hari, semakin bengkak bahkan telapak tanganku tidak bisa dibuka.

Akhirnya ayahku membawaku ke tukang pijat. Katanya tanganku terkilir.

Selama satu bulan, tanganku di kusuk. Sakirnya sudah tentu luar biasa. Tetapi walaupun sudah sembuh, namun hari tanganku tidak mau dibengkokkan. Ayahku lalu bilang itulah akibat kalau terlalu benci pada binatang, bahkan sampai memukulnya terlalu keras. Padahal dia tidak tahu, kalau yang dibuatnya itu salah, diakan tidak punya pikiran seperti manusia.

Setahun setelah kejadian itu, ayahku meninggal karena sakit. Tapi di waktu sakitnya, ayahku berpesan bahwa apabila si Pusko kembali, sayangilah dia, seperti aku menyayanginya.

Anehnya, seminggu setelah kepergian ayah, si Pusko kembali, Akupun langsung memeluknya, lalu kuusap kepalanya yang dulu pernah kupukul.

Hingga sekarang, dia tetap setiap menemaniku. Alhamdulillah, jari tanganku yang tidak bisa dibengkokkan dulunya sekarang sudah bisa luruskan. Semoga kisahku bisa menjadi pelajaran agar kita jangan semena-mena terhadap binatang.


loading...