Ahli Puasa Sunah Mati Saat Shalat

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Karena rajin puasa Daud, Abdullah bin Amr bin Ash mengalami sekaratulmaut dengan mudah. Nyawanya dicabut oleh Allah SWT ketika ia melakukan shalat di musala dekat rumahnya. Berikut kisahnya.

Ilustrasi

Abdullah bin Amr bin Ash merupakan salah seorang pemuda yang rajin beribadah, terutama melaksanakan puasa sunah dan tadarus (mengaji), Alquran. Bahkan keistiqomahan Abdullah dipuji langsung oleh Rasulullah Saw.

"Benarkah kamu selalu berpuasa di siang hari dan tidak pernah berbuka?" tanya Rasulullah.

"Benar," jawabnya

"Cukuplah berpuasa tiga hari dalam sebulan," kata Nabi

Sebagai orang muda yang penuhs emangat, Abdullah menanggapinya itu dengan nada bangga. Ia menyatakan dirinya sanggup melakukan puasa lebih banyak dari itu.

"Ya Rasulullah, aku masih sanggup berpuasa lebih dari sebanyak itu," katanya.

PUASA DAUD

Nabi memahami sikap Abdullah, namun beliau memberikan saran yang lebih ringan lagi. Rasulullah menganjurkan kepada Abdullah untuk berpuasa Nabi Daud As, yakni sehari puasa dan sehari tidak puasa.

"Tirulah aku, aku puasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, aku pun menikah. Ketahuilah, tubuhmu juga punya hak untuk istirahat. Maka siapa yang tidak suka sunahku, tidak akan termasuk dalam golongan umatku," ujar Rasulullah.

Abdullah mencerna kata-kata Rasulullah dengan cermat. Ia mencoba meniru apa yang telah diteladankan oleh Rasulullah. Namun tak lama setelah itu, Rasulullah meninggal dunia. Sedangkan Abdullah diberi usia panjang oleh Allah.

Abdullah bahkan masih segar bugar ketika Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah keempat. Bahkan Abdullah sempat terlibat dalam Perang Shiffin. Sebuah tragedi perang saudara antar-umat Islam yang melibatkan Khalifah Ali dan pembangkang Muawiyah.

Perang ini memberi kenangan yang buruk bagi Abdullah. Ia menyesali keterlibatannya dalam perang tersebut. Keterlibatan Abdullah dalam Perang Shiffin adalah karena ajakan ayahnya, Amr bin Ash. Amr, yang dekat dengan Muawiyah, memang berambisi ingin menduduki jabatan gubernur di Mesir.

"Hai Abdullah, bersiaplah untuk maju perang," kata Amr bin Ash kepada anaknya.

"Bagaimana mungkin aku dapat berperang. Rasul telah mengamanahkan kepadaku untuk tidak menggunakan senjata terhadap kaum muslimin," ujar Abdullah.

"Perang ini bukan untuk membunuh sesama kaum muslimin, melainkan untuk menangkap dan membalas para pembunuh Khalifah Usman," rayu ayahnya.

Ketika Abdullah tetap tidak mau mengikuti ajakan itu, ayahnya menggunakan kata-kata Rasulullah bahwa Abdullah memiliki kewajiban untuk taat kepada orang tuanya. Akhirnya Abdullah terpaksa ikut perang.

Namun ia berjanji tidak akan membunuh sesama muslim. Niatnya hanya satu, yakni ingin mati syahid. Maka ia berusaha untuk selalu berada di garis depan.

MATI TERSENYUM

Tetapi Allah masih memeliharanya, ketika perang berakhir ia masih segar bugar. Akhirnya Abdullah memutuskan meninggalkan peperangan karena kecewa berat dengan perpecahan umat Islam itu. Ia memilih mundur dari peperangan dan kembali ke masjid. Ia menyesali nasibnya yang malang sehingga dapat terlibat dalam Perang Shiffin.

"Apa yang telah aku perbuat dalam perang itu? Kenapa sesama orang Islam saling membunuh?" pikirnya dalam hati.

Abdullah kemudian banyak merenung dan mawas diri sambil melaksanakan ibadah-ibadah seperti sebelumnya. Abdullah meninggal dunia dalam usia 72 tahun di sebuah musala ketika sedang shalat. Senyum yang merekah di bibirnya menunjukkan bahwa jiwanya tenang ketika menghadapi sakaratulmaut.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...