Wasiat Abu Bakar Sebelum Wafat

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Sebagai tokoh yang sangat mencintai Rasulullah, Abu Bakar selalu menjalankan tugas kepemimpinannya sebagai seorang khalifah dengan baik. Selama menjabat sebagai Khalifah, ia menjalankan tugas kepemimpinannya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Sebelum meninggal dunia, ia juga sempat berwasiat tentang pentingnya melakukan amal baik.


Setelah Rasulullah Saw wafat, Abu Bakar di angkat menjadi khalifah yang pertama. Sebagai seorang pemimpin umat Islam, Abu Bakar selalu berjuang demi agama Islam, bahkan perjuangan itu sudah ia lakukan sejak bersama Rasulullah Saw.

Dukungannya yang sangat besar terhadap Rasulullah dalam mendakwahkan Islam, dibuktikannya dengan segala pengorbanan, baik fisik maupun materi. Kekayaan pun rela ia habiskan demi kepentingan agama Islam.

Besarnya jasa dan pembelaannya terhadap Rasulullah, membuatnya mendapatkan gelar "As-Shidiq," yakni orang yang membenarkan Rasulullah.

BERDAGANG

Sebagai khalifah, Abu Bakar menjalankan tugas dengan tidak mendapat gaji sama sekali. Bahkan, ia menafkahi keluarganya murni dari hasil berdagang.

Pernah suatu ketika, Abu Bakar pergi ke pasar. Dia hendak menjual kain dan pakaian. Di tengah jalan, Abu Bakar bertemu dengan Umar bin Khattab. Melihat Abu Bakar memanggul kain, Umar merasa keheranan dan kemudian bertanya,

"Hendak ke mana engkau sahabatku?" sapa Umar

"Ke pasar," jawab Abu Bakar.

"Ke pasar? Hendak apa ke tempat itu? Bukankah kau kini diserahi kewajiban mengurus umat Islam?" tanya Umar dengan penuh rasa penasaran.

"Jika aku tak berdagang, dari mana aku memperoleh nafkah untuk menghidupi keluargaku?" jawab Abu Bakar.

Mendengar jawaban itu, Umar kemudian termenung. Sejenak, dia kemudian meminta Abu Bakar ikut dengannya menghadap para sahabat.

Umar mengusulkan agar Khalifah Abu Bakar mendapat gaji yang diambilkan dari sebagian dana baitulmal. Usulan itu disetujui dan akhirnya Abu Bakar mendapat gaji berupa separuh domba setiap hari ditambah 250 dinar setahun, kemudian naik  menjadi satu ekor domba sehari dan 300 dinar setahun.

Waktu terus berlalu, Abu Bakar pun menghadapi hari-hari sebelum meninggal dunia. Ia semakin sering membaca ayat suci Alquran yang berbunyi, "Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya," (QS Qaaf: 19).

BERWASIAT

Sebelum meninggal ia sempat berpesan kepada putrinya, Aisyah Ra.

"Lihatlah kedua pakaianku ini, cucilah keduanya dan kafankan aku dengannya. Sesungguhnya mereka yang hidup lebih utama menggunakan baju baru daripada yang sudah jadi mayit," pesan Abu Bakar kepada putrinya itu.

Abu Bakar juga sempat berwasiat kepada Umar bin Khabbat Ra. Di detik-detik menjelang kematiannya, ia berpesan kepada Umar dengan berkata :

"Aku berpesan padamu dengan satu wasiat sebab tak mungkin engkau mendahuluiku. Sesungguhnya Allah Mahabenar dengan tidak pernah membuat malam mendahului siang dan siang tak pernah mendahului malam. Sesungguhnya, tidak diterima ibadah-ibadah sunah, jika yang wajib tak ditunaikan. Dan, akan diberatkan timbangan (kebaikan) di akhirat bagi mereka yang menunaikan hak-hak di dunia. Dan, akan diringankan timbangan (kebaikan) seseorang di akhirat jika diikuti dengan kebatilan," terang Abu Bakar.

Baca Juga Yang Lainnya: