Tubuhnya Bisa Memancarkan Cahaya

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Abbad bin Bisyri adalah salah satu sahabat Rasulullah Saw yang tekun beribadah. Ia dikaruniai banyak karomah. Salah satunya, saat berjalan di malam hari, tubuhnya memancarkan cahaya.

Ilustrasi

Ketika sedang menjaga Rasulullah Saw dalam perang Dzatur Riqa', Abbad melaksanakan shalat sunah sambil tetap terjaga malam. Tanpa diduga, ia dipanah musuh sampai tiga kali, tapi dia tidak meninggal dunia karena Allah melindunginya.

Abbad pun tetap melaksanakan shalat hingga usai. Dia cinta sekali kepada Allah, Rasul dan agamanya.

Kecintaannya diwujudkan dalam kerelaannya menyerahkan harta benda serta nyawa di jalan Allah dan Rasulnya. Ketika di arena perang, ia muncul sebagai orang pertama. Sebaliknya, di waktu pembagian keuntungan dan harta rampasan, ia sukar untuk ditemui.

Di samping itu, ia adalah seorang ahli ibadah yang tekun, seorang pahlawan yang gigih dalam berjuang, seorang dermawan, dan seorang mukmin sejati.

Keutamaannya ini telah dikenal luas di antara para sahabat Rasul. Orang-orang Islam angkatan pertama mengetahui bahwa Abbad adalah seorang tokoh yang memiliki karunia berupa penerangan dapat mengetahui tempat-tempat yang baik dan meyakinkan.

CAHAYA & SINAR

Bila Abbad berjalan di waktu malam, muncullah dari tubuhnya berkas-berkas cahaya dan sinar yang menerangi jalan yang akan ditempuh. Dalam peperangan menghadapi orang-orang murtad sepeninggal Rasulullah Saw, Abbad memikul tanggung jawab dan keberanian yang tiada taranya, apalagi dalam pertempuran Yamamah dimana kaum muslimin menghadapi balatentara yang paling kejam dan berpengalaman di bawah pimpinan Muzailamatul-Kaddzab.

Abbad melihat bahaya besar yang mengancam Islam. Maka, jiwa dan pengorbanan serta jiwa kepahlawanannya mengambil bentuk sesuai dengan tugas yang dibebankan oleh keimanannya dan meningkat ke taraf yang sejajar dengan kesadarannya akan bahaya tersebut hingga menjadikannya sebagai prajurit, berani mati yang menginginkan mati sahid di jalan ilahi.

ISYARAT MIMPI

Sehari sebelum perang Yamamah dimulai, Abbad mengalami suatu mimpi yang tidak lama kemudian diketahui isyaratnya secara gamblang dan terjadi di arena pertempuran sengit yang diterjuni kaum muslimin.

Sahabat Rasulullah, Abu Said al-Khudri Ra, menceritakan mimpi yang dilihat oleh Abbad, begitupun tabirnya serta peranannya yang mengagumkan dalam pertempuran yang berakhir dengan syahidnya, "Abbad bin Bisyir mengatakan kepadaku: 'Hai Abu Said, saya bermimpi semalam melihat langit terbuka, untukku, kemudian tertutup lagi!"

Abu Said yakin bahwa tabirnya insya Allah akan menemui syahidnya. "Demi Allah, itu adalah mimpi yang baik dan di waktu perang Yamamah itu, saya lihat dia berseru kepada orang-orang Anshar: 'Pecahkan sarung-sarung pedang-mu dan tunjukan kelebihan kalian'," ujar Abu Said.

Maka, segera kaum muslimin menyerbu dengan sejumlah empat ratus orang dari golongan Anshar hingga sampailah mereka ke pintu gerbang taman Bunga. Lalu, bertempur dengan gagah berani. "Wajahnya saya lihat penuh dengan bekas sambaran pedang dan saya mengenalnya hanyalah dengan melihat tanda yang terdapat pada tubuhnya," tutur Abu Said.

Demikianlah Abbad meningkat naik ke taraf yang sesuai untuk memenuhi kewajibannya, sebagai seorang mukmin dari golongan Anshar yang telah mengangkat baiat kepada Rasul untuk membaktikan hidupnya bagi Allah dan menemui syahid di jalan-Nya.

Related Posts

loading...