Tuan Guru, Dikelilingi Cahaya Misterius

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ulama yang satu ini sangat populer di NTB. Kealimannya juga kiprahnya dalam dakwah dan pendidikan Islam jadi teladan. Pesantren yang ia bangun pun masih bertahan hingga sekarang. Ada satu karomah, saat masih kecil, tubuhnya senantiasa di kelilingi cahaya terang yang misterius.


Selain terkenal dengan eksotika alamnya, NTB juga menyimpan hasanah keislaman yang luar biasa. Salah satu jejak Islam masa lalu itu bisa ditelusuri dari Pesantren Darul Muhajirin, yang ada di Kota Praya, ibu kota Kabupaten Lombok Tengah Nama, NTB.

Bukan hanya hasanah keilmuwannya, pesantren itu tidak bisa dilepaskan dari sosok Tuan Guru Haji Muhammad Najmuddin Makmun. Ulama yang punya nama asli Ma'arif, lahir di Kampung Karang Lebah praya, 1920 M, itu memang berasal dari keluarga para alim.

Ayahnya adalah Tuan Guru Haji Makmun (wagat tahun 1947 M). Putra dari Abdul Wahid bin Abdul Karim, salah seorang Mursyid Tarekat Qadhariyah wa Naqsabandiyah.

Sewaktu kecilnya, Ma'arif tinggal bersama keluarga tercintanya di Karang Lebah kurang lebih 9 tahun. Oleh kakak beliau, Haji Khalil, dan beberapa murid ayah beliau menceritakan bahwa pada waktu Ma'arif masih bayi, setiap malam selalu ditemukan cahaya terang memenuhi kamar dalam rumah tempat tinggal beliau, terang bagaikan lampu besar yang menyala mengitari tubuhnya.

Kejadian ini berlangsung selama satu tahun. Setelah itu, selama tahun berikutnya (tahun kedua) gelap seperti biasa. Dan, pada tahun ketiga muncul lagi, terang seperti pada tahun pertama sampai akhir tahun selama dua belas bulan. Setelah itu kembali seperti biasa.

AHLI TAREKAT

Sebagaimana anak-anak ulama-ulama saat itu, ketika menginjak dewasa, pasti akan dikirim ke Makkah untuk belajar agama di sana. Begitupun Ma'arif, ia dikirim belajar ke Makkah Al Mukarramah, menyusul kakaknya. Mukhsin yang sudah 2 tahun berada di Makkah.

Setibanya di Makkah, beliau mendaftarkan diri di Madrasah Darul Ulum dan disamping beliau itu, beliau sempat juga belajar di luar madrasah secara khusus. Lima tahun lamanya ia berada di Makkah.

Tapi, saat baru beberapa bulan berada di Makkah, beliau mendapat surat perintah dari ayahandanya agar beliau bersama saudaranya, H Mukhsin, yang sudah lebih 2 tahun berada di Makkah, pergi menerima ijazah tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah ke pada Syekh Idris Banten.

Kepada Syekh ini beliau belajar tajwid, membaca Alquran, qira'ah Hafsh, dan berbagai hal tentang tarekat dan seluk beluk tarekat.

Dari Syekh Idris Banten inilah juga beliau mendapat banyak ijazah, terutama dalam hal ilmu dan amalan tarekat. Berbekal segudang keilmuwan tersebut, pada tahun 1943 M, ia membangun gedung madrasah 'Nurul Yaqin', satu-satunya madrasah yang terdapat di Lombok Tengah waktu itu.

Beberapa tahun kemudian, tepatrnya pada tahun 1972, beliau berangkat lagi menunaikan ibadah haji. Kali ini beliau bertemu lagi dengan gurunya, Syekh Muhammad Yasin bin Isa Al Fadani.

Sekembalinya dari Tanah Suci, beliau langsung pulang menuju rumah barunya di Pondok Pesantren Darul Muhajirin, satu km arah barat Karang lebah. Di atas tanah ini dibangun beberapa buah gedung madrasah yang terlihat sampai sekarang.

Pondok Pesantren Darul Muhajirin adalah kelanjutan dari Madrasah Nurul Yaqin Karang Lebah. Di pondok inilah beliau berkhidmat bersama semua keluarga dan semua jamaahnya sampai sekarang ini.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...