Trik Cerdik Mencangkul Tanah Dari Istana

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Setelah diangkat menjadi penasihat raja, Abu Nawas harus tinggal di istana. Ketika musim tanam tiba, istri Abu Nawas kebingungan karena tidak ada yang membajak sawah. Namun, dengan cerdik, Abu Nawas memberi solusi dengan cepat sehingga sang istri bisa bercocok tanam.

Ilustrasi Kebun Abu Nawas

Sebagai putra dari mantan kadi, Abu Nawas ditunjuk oleh raja menjadi kadi menggantikan ayahnya yang meninggal dunia. Namun, dengan sopan Abu Nawas menolaknya. Meskipun begitu raja tetap memintanya menjadi penasihat raja. Akhirnya Abu Nawas pun mengabulkan permintaan sang raja.

Jabatan baru itu membuat Abu Nawas harus menghabiskan waktu lebih banyak di istana, karena setiap saat raja ingin diskusi dengannya, Abu Nawas harus siap. Sehingga, waktunya bersama sang istri sangat kurang.

Untuk mengobati kerinduannya, biasanya Abu Nawas mengirimkan surat kepada sang istri, kemudian istrinya pun membalas surat tersebut. Surat itu biasanya dikirim oleh pengawal kerajaan, begitu juga dengan surat balasan dari istrinya.

Namun, akhirnya Abu Nawas mengetahui jika pengawal raja bekerja sama dengan raja. Setiap surat yang dikirim maupun diterima Abu Nawas selalu dibaca terlebih dahulu oleh pengawal, bahkan raja. Padahal dalam surat tersebut kerap sekali hal-hal yang bersifat privasi.

Akhirnya Abu Nawas tidak kehilangan akal untuk menghentikan perilaku kurang ajar tersebut. Saat itu istrinya mengirimkan surat yang berisi sebagai berikut. 

"Suamiku, kapan saatnya kita menanam di kebun kita?" tanya istrinya.

Surat singkat itu pun dibalas oleh Abu Nawas.

"Istriku tersayang, Janganlah sekali-kali menanam di kebun karena di situ aku menyimpan rahasia Negara," tulis Abu Nawas di suratnya.

Jawaban yang singkat dari Abu Nawas itu membuat para pengawal raja terkejut dan bertanya-tanya. Dengan diam-diam, ia menuju kebun Abu Nawas bersama dengan beberapa prajurit istana dan mencangkul seluruh kebun milik Abu Nawas.

Namun, apa yang terjadi, para pengawal tidak menemukan apa-apa. Apa yang mereka lakukan itu hanya membuat mereka letih, capek dengan keringat bercucuran yang mengalir di tubuhnya.

CANGKUL GRATIS

Pada keesokan harinya, istri Abu Nawas kembali mengirimkan surat. Dia mengabarkan kejadian di kebun. Surat tersebut kembali disensor oleh penjaga kerajaan. Berikut isi surat tersebut, "Suamiku, kemarin beberapa prajurit dan pengawal raja datang ke rumah serta menggali setiap sudut di kebun kita."

Kemudian surat segera dibalas oleh Abu Nawas. "Nah, sekarang kebun kita sudah dicangkuli dan kita siap menanaminya," istri Abu Nawas kini dapat memulai menanam di kebun tanpa harus bersusah payah mencangkul.

Sementara itu, surat balasan itu sempat dibaca oleh pengawal raja dan raja sendiri. Raja merasa kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh pengawalnya. Raja menilai bahwa para pengawalnya tak bisa memberikan berita yang akurat.

Akibatnya, raja memberhentikan mereka sebagai pengawal. Keputusan raja tersebut disambut gembira oleh Abu Nawas. Kini, surat-surat yang ia kirimkan ke istrinya maupun surat-surat istri untuk dirinya, aman terkendali, tak pernah dibaca lagi oleh pengawal raja.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...