Tidak Mati Meski Dihujani Anak Panah

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Di tengah piket menjaga Rasulullah, Abbad bin Bisyir menyempatkan untuk shalat. Di saat itulah musuh menghujaninya dengan anak panah. Namun shalatnya tetap berlanjut dan dia pun selamat dari kematian.

Ilustrasi

Abbad bin Bisyir merupakan sahabat Anshar yang tinggal di Madinah. Dia mendapatkan hidayah untuk menerima kebenaran. Ia datang menghadiri majelis yang digelar Mush'ab, kemudian menyatakan keislamannya. Sejak saat itu, dia mendapatkan tempat utama di antara orang-orang Anshar.

Ketika Rasulullah pindah ke Madinah, yang didahului oleh orang-orang mukmin dari Makkah tiba di sana. Saat itu, perlawanan terhadap Rasulullah sangat gencar sehingga terjadilah beberapa peperangan melawan kafir Qurays yang takut akan kebenaran ajaran Rasulullah.

TIGA PANAH

Dalam setiap peperangan tersebut, Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di Jalan Allah dengan gagah berani. Setelah Rasulullah Saw dan kaum muslimin selesai berperang Dzatur Riqa', mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana.

Rasulullah memilih beberapa orang sahabatnya untuk mengawal secara bergiliran. Di antaranya yang terpilih Ammar bin Yasir dan Abbad bin Bisyir. Abbad melihat bahwa Ammar sedang lelah, maka dia mengusulkan agar Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berjaga.

Jika Ammar cukup istirahat, maka giliran Ammar berjaga menggantikannya.

Saat itu, Abbad melihat sekelilingnya aman. Timbul keinginannya untuk mengisi mala itu dengan shalat, hingga pahala yang akan di peroleh menjadi berlipat. Ia pun bangkit melaksanakan shalat. Saat berdiri membaca surat Alquran setelah Fatihah, sebuah anak panah menembus badannya. Dengan tenang Abbad menyambut meneruskan shalat serta surat yang dibacanya.

Tidak lama kemudian, anak panah kedua mengenai badannya. Tetapi ia tidak menghentikan shalatnya. Lagi-lagi dia hanya menyambut anak panah itu seperti yang pertama tadi, melanjutkan bacaan surat. Kemudian musuh memanahnya lagi untuk kali ketiganya. Abbad menarik anak panah itu dan mengakhiri bacaan surat. Setelah itu, dia rukuk dan sujud.

Saat itu tenaganya telah lemah karena sakit dan lelah. Saat sujud, diulurkan tangannya kepada Ammar yang sedang tidur di sampingnya. Dia menarik-narik Ammar hingga terbangun. Dia bangun dari sujud dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya.

Sementara Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang terputus-putus menahan sakit. "Gantikan aku menjaga karena aku telah kena panah." Ammar terbangun dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan sehingga musuh yang menyelinap ketakutan dan melarikan diri.

"Subhanallah, kenapa saya tidak dibangunkan ketika kamu dipanah yang pertama kali tadi," Ujar Ammar kepada Abbad.

SHALAT KHUSYUK

"Saat itu saya sedang shalat. Aku membaca beberapa ayat Alquran yang amat mengharukan hatiku, hingga aku tak ingin memutuskannya. Demi Allah, jika bukan karena tidak akan menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, Sungguh, aku lebih suka mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu," jelas Abbad.

Abbad amat cinta sekali kepada Allah, kepada Rasul, dan kepada agamanya. Kecintaan itu memenuhi segenap perasaan dan seluruh kehidupannya. Kekhusyukan saat dia beribadah membuatnya tetap bertahan meskipun dihujani anak panah.


loading...