Terbebas Dari Kematian

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Dalam waktu yang berdekatan, Abu Nawas terancam mati sebanyak dua kali. Yang pertama, ia akan dimakan oleh suku pedalaman dan yang kedua, hukuman pancung dari sang raja. Namun, bukan Abu Nawas jika tidak dapat meloloskan diri. Berikut kisah selengkapnya.

Ilustrasi

Di suatu hari, Abu Nawas berjalan-jalan hingga sampai di kampung suku pedalaman. Kampung tersebut berada di daerah gurun jauh dari tempat tinggalnya. Di kampung terpencil itu nampak keramaian, ternyata kerumunan orang sedang membuat bubur.

Saat asyik mengamati suasana, tanpa disadari ada puluhan pasang mata yang mengawasinya. Tidak berapa lama kemudian, Abu Nawas sudah tertangkap dan diikat oleh penduduk setempat. Lalu, di dibawa ke tengah-tengah kerumunan orang yang sedang membuat bubur tersebut.

Saat seseorang yang membawa golok tajam mendekatinya hendak menyembelihnya, Abu Nawas tidak tinggal diam.

"Kenapa aku ditangkap?" tanya Abu Nawas sambil meronta.

Salah satu dari mereka menjelaskan bahwa setiap ada orang asing, mereka akan menyembelih, lalu mencampurnya ke dalam adonan bubur dan memakannya. Mendengar penjelasan itu, Abu Nawas ketakutan juga. Namun, meski keadaan sedang terjepit, dia masih sempat berpikir jernih.

"Kalian lihat saja, badanku kurus kering, jadi dagingku tak banyak, kalau kalian mau, besok aku bawakan temanku yang badannya gemuk sehingga bisa kalian makan untuk lima hari lamanya. Aku janji, maka tolong lepaskan aku," pinta Abu Nawas. Karena janjinya itu, Abu Nawas akhirnya dilepaskan.

Abu Nawas berpikir keras untuk menemukan siasat agar dirinya berhasil membawa teman yang gemuk. Terlintas dibenaknya sang Raja Harun Ar-Rasyid.

"Seharusnya raja tahu kondisi ini dan alangkah baiknya jika dia mengetahui sendiri," gumamnya dalam hati.

Abu Nawas segera menghadap Raja Harun. Dengan berbagai bujuk rayu, akhirnya dia berhasil mengajak raja hanya berdua. Sesampainya di kampung, suku pedalaman itu tanpa banyak bicara langsung saja menangkap raja. Abu Nawas segera meninggalkan tempat itu dan dalam hati dia berpikir, bila raja pintar, pasti dia akan bisa membebaskan diri. Tapi jika bodoh, akan mati.

Sementara itu, raja yang sedang di tawan tidak menyangka akan disembelih. Dalam ketakutan dia memiliki inisiatif. "Jika membuat bubur, dagingku ini tidaklah banyak karena banyak lemaknya. Tapi, jika kalian izinkan, kalian akan aku buatkan peci kemudian dijual yang harganya jauh lebih mahal ketimbang harga buburmu itu," bujuk Raja Harun pada mereka.

Mereka menyetujui dan meminta raja menyelesaikan pecidi tempat itu. Setelah peci selesai dibuat, raja pun di bebaskan.

DIGANTUNG

Setelah raja dibebaskan, Abu Nawas dipanggil karena telah mencelakakan rajanya. "Wahai Abu Nawas, engkau benar-benar telah membahayakan aku, kamu harus digantung!" Ujar Raja Harun geram. Namun, Abu Nawas minta diberikan waktu untuk melakukan pembelaan dirinya.

"Baiklah, tetapi kalau ucapanmu salah, niscaya engkau akan dibunuh hari ini juga," ujar Raja Harun.

"Tuanku, alasan hambay menyerahkan kepada pembuat bubur itu karena ingin menunjukkan fakta kepada Paduka. Karena, semua kejadian di dalam negeri ini adalah tanggung jawab Paduka kepada Allah SWT kelak. Raja yang adil sebaiknya mengetahui perbuatan rakyatnya," kata Abu Nawas.

Setelah mendengar penjelasan itu, Raja Harun Ar-Rasyid menerima penjelasan tersebut dan membebaskan Abu Nawas. Setelah itu raja melakukan pembinaan kepada suku tersebut.

Baca Juga Yang Lainnya: