Teguh Prinsip Menolak Politik Uang

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Sebagai ulama, almarhum punya kharisma. Terbukti, tak hanya santri dan kiai, tokoh politik dan akademisi pun menitikkan air mata saat bertakziah. Mereka ingat betul bahwa almarhum sangat teguh memegang prinsip, khususnya dalam hal melawan politik uang.

Pondok Pesantren Darus Salam

Sebagai salah seorang tokoh masyarakat di daerahnya, keberadaan Kiai Syakur Ibrahim sudah tidak asing lagi di tengah-tengah masyarakat. Hal itu terbukti dengan banyaknya karangan bunga yang berjajar di sekitar rumahnya dari beberapa tokoh, mulai dari tokoh politik, akademisi, pengusaha dan sebagainya.

Semasa hidupnya, Kiai Syakur juga dikenal sangat konsisten dalam bersikap. Baginya, yang benar harus dibenarkan dan yang salah harus disalahkan, tanpa pandang pilih. Beliau juga selalu menolak dan menentang praktik money politic yang banyak dilakukan oleh para caleg atau para politisi untuk memenangkannya.

Karena itu, meski dekat dengan banyak tokoh, beliau tetap konsisten dalam urusan hak pilih. Disamping itu, banyaknya teman dari tokoh-tokoh ternama yang dikenalinya, juga tidak membuat Kiai Syakur bergantung kepada mereka.

Beliau tidak pernah meminta sumbangan dalam bentuk proposal sehingga saat merintis dan membangun pondok, beliau murni melakukannya dengan biaya sendiri.

"Beliau tidak pernah meminta sumbangan. Jika ada orang yang ingin menyumbang dengan penuh kesadaran untuk kepentingan lembaga, beliau baru menerimanya," pungkasnya.

ISTIQOMAH BERJAMAAH

Pernyataan yang sama juga dikemukakan Sukamto, menantu Kiai Syakur Ibrahim. Menurutnya, selama hidupnya, almarhum selalu hati-hati dalam bertindak dan bersikap. Segala apa yang akan diputuskannya selalu berpatokan pada apa yang beliau pelajari dalam kitab. Disamping itu, beliau juga termasuk orang yang selalu berpegang pada prinsip.

"Bagi beliau, ketika sesuatu itu tidak baik, beliau tegaskan tidak baik, tidak peduli orang lain membenci atau tidak suka dengan keputusan beliau," terang Sukamto

Ia menambahkan bahwa keteladan lain dari sosok Kiai Syakur adalah semangatnya dalam hal ibadah. Beliau sangat istiqomah dalam melaksanakan shalat berjamaah. Selama tidak dalam keadaan bepergian keluar, beliau selalu melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau di rumah bersama istri tercintanya, Hj Zuhro.

Menurut Sukamto, beberapa jam sebelum meninggal dunia, tepatnya sore hari di hari Sabtu, beliau masih sibuk menggaji karyawan dan masih beraktivitas seperti biasa. Sebelum itu, beliau juga masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa dengan mengajar di lembaga miliknya yang didirikan sejak tahun 2007 yang lalu dengan diberi nama Pondok Pesantren Darus Salam.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...