Tarif Ceramah?

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Belakangan ini, ada fenomena mubaligh yang memasang tarif setiap kali dirinya diundang untuk berceramah. Bagaimanakah mengenai Tarif Ceramah ini dalam pandangan Islam. Apakah memang diperbolehkan memasang tarif dalam berdakwah?

Ilustrasi

Hal ini tentunya sangat mengganggu dan bisa menjadikan hal yang tidak baik untuk nama para Kyai atau Ustad karena mungkin hanya 1 atau 2 orang saja yang melakukan hal tersebut dan yang lain bisa terkena imbasnya.

Bagaimanakah seharusnya ketika berdakwah harus dikenakan Tarif atau tidak?

Diatas merupakan pertanyaan yang dikirim dari Sahabat AkuIslam.ID dari Bekasi.

Kewajiban berdakwah semestinya tidak dikaitkan dengan sesuatu yang sifatnya komersial. Tidak etis seorang muslim berbuat demikian apalagi sampai memerinci sedemikian rupa tarif yang harus dibayarkan oleh pengundang.

Sebab menyodorkan harga tertentu sama saja dengan meminta harga dari ceramahnya. Lain halnya jika seseorang (pengundang) memberikan sesuatu secara sukarela tanpa batas. Itu tidak masalah, asalkan yang diundang tidak meminta atau menentukan tarif sendiri.

Menurut AkuIslam.ID, orang yang mengundang dimana pun, pasti sudah memahami dengan sendirinya mengenai ongkos transportasi, akomodasi dan segala macamnya. Kita tidak perlu menghitung-hitung berapa nominal yang harus dikeluarkan oleh pengundang setiap kali mengisi ceramah.

Apalagi sudah masuk dalam bagian manajemen. Menurut AkuIslam.ID, manajemen merupakan bagian dari perdagangan. Mestinya, urusan dakwah tidak ada sangkut pautnya dengan komersialisasi karena dakwah adalah kewajiban setiap individu muslim.

Tidak pantas mempersoalkan mengenai nominal. Aku Islam yakin pasti orang yang mengundang para ustad untuk berceramah tahu dengan sendirinya kalau kita diundang, Kalau kita diundang untuk mengisi ceramah di Surabaya, misalnya, tentu mereka menyediakan tiket, akomodasi dan sebagainya dengan sendirinya tanpa kita minta.

Ini adalah sesuatu yang sudah sangat dimaklumi. Kalau kita menetapkan tarif dengan berbagai klasifikasi dan kriteria tertentu, menurut saya sangatlah tidak etis bahkan merupakan bagian dari memperdagangkan dakwah padahal dakwah adalah kewajiban, bukan dibisniskan.

Orang berdakwah mestinya secara ikhlas, sukarela, sama seperti kewajiban kita amar makruf nahi mungkar, yang tanpa diminta pun kita berkewajiban untuk membantu orang yang membutuhkan pencerahan kalau kita mampu.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...