Selamat Dari Gempa Dan Badai

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Murka Allah datang karena kaumnya tidak mau bertobat dan meninggalkan penyompangan seksual yang dilakukan. Nabi Luth beserta anaknya diselamatkan dari azab berupa gempa bumi serta badai topan yang dahsyat.

Ilustrasi

Nabi Luth merupakan putra saudara dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yang bernama Hasan bin Tareh, saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Luth mendampingi Nabi Ibrahim dalam semua perjalanan.

Bahkan ketika mereka berada di Mesir, mereka membangun usaha peternakan bersama yang berhasil dengan baik. Binatang ternaknya berkembang baik sehingga dalam waktu singkat jumlahnya yang sudah berlipat ganda.

Ternak itu tidak dapat ditampung, sehingga mereka berdua memutuskan untuk menghentikan kerja sama dan berpisah dengan membagi ternak sama rata. Luth memilih pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum.

Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah tingkat moralnya, rusak mentalnya, dan tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab. Kemaksiatan dan kemungkaran merajalela dalam pergaulan hidup mereka.

Pencurian dan perampasan harta milik merupakan kejadian biasa. Yang kyat menjadi penguasa, sedang yang lemah menjadi korban penindasan.

Maksiat yang paling menonjol yang menjadi ciri khas hidup mereka adalah perbuatan homoseks di kalangan lelaki dan lesbian di kalangan wanitanya. Penyimpangan seksual ini menjadi budaya bagi kaum Sadum.

Pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari gangguan mereka. Jika ia membawa barang yang berharga, maka dirampaslah barang-barangnya. JIka ia melawan atau menolak menyerahkannya, maka nyawanya tidak akan selamat.

Akan tetapi jika pendatang itu seorang lelaki yang berwajah tampan, maka ia akan menjadi rebutan di antara mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelaki. Sebaliknya, jika si pendatang itu seorang perempuan muda, maka ia menjadi mangsa bagi pihak wanitanya pula.

NABI KAUM SADUM

Kepada kaum itulah Nabi Luth diutus untuk meluruskan akidah serta memperbaiki akhlaknya. Nabi Luth mengajak mereka beriman serta beribadah kepada Allah dan meninggalkan kebiasaan mungkar, maksiat, dan kejahatan. Nabi Luth juga mengingatkan untuk menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perampokan serta pencurian yang menjadi kebiasaan mereka.

Namun semua seruan itu tidak dihiraukan. Meskipun begitu, ia tidak henti-hentinya menggunakan setiap kesempatan untuk mengajak kaumnya beriman serta beramal saleh. Namun lagi-lagi kuam Sadum mengabaikannya. Nabi Luth menjadi putus asa. Dalam benaknya, cara satu-satunya menghentikan agar virus penyimpangan seksual tidak menyebar adalah dengan membasmi kaum Sadum. Nabi Luth meminta kepada Allah untuk mendatangkan azab tersebut.

DATANGNYA AZAB

Doa Nabi Luth dikabulkan oleh Allah. Tiga malaikat yang menyamar sebagai manusia dengan paras tampan dan rupawan. Sesampainya di Sadum, para malaikat bertemu dengan Nabi Luth. Mereka meminta izin untuk menginap di rumahnya.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Nabi Luth menerima ketiga malaikat tersebut. Ketika malam telah pekat, ketiganya diselinapkan ke dalam rumah. Sayangnya, istri Nabi Luth yang juga lesbian membocorkan kedatangan tiga tamu berparas tampan ini. Sehingga rumah Nabi Luth diserbu oleh warga. Mereka penasaran dan ingin memuaskan syahwatnya kepada tiga pemuda tampan tersebut.

Akhirnya malaikat menyuruh Nabi Luth meninggalkan kampungnya. Malaikat meminta agar saat meninggalkan kampung, jangan menoleh ke belakang. Benar, Nabi Luth bersama kedua putri dan istrinya meninggalkan kaum Sadum tanpa menoleh kanan-kiri, bahkan belakang. Namun istrinya berjalan pelan di belakang sambil beberapakali menoleh ke belakang, ingin mengetahui azab seperti apa yang akan menimpa kaumnya.

Ketika Fajar menyingsing saat Nabi Luth beserta keluarganya telah keluar dari kampung Sadum, bumi bergetar hebat. Gempa bumi nan dahsyat yang disertai badai angin meluluh lantahkan kaum Sadum beserta istri Nabi Luth. Itulah azab untuk orang munafik serta kaum yang tersesat.


loading...