Minum Madu Untuk Bunuh Diri

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Bukan Abu Nawas namanya jika kehabisan akal. Selalu ada cara dan alasan untuk mewujudkan keinginannya. Seperti yang dilakukannya kepada majikan di tempatnya bekerja. Ia berhasil meminum madu dengan alasan untuk bunuh diri. Berikut kisahnya.

Ilustrasi

Sebelum menjadi orang kepercayaan Raja Harun Ar-Rasyid ternyata Abu Nawas pernah bekerja sebagai penjahit pakaian pada majikan yang bernama Amir. Bagi majikannya, Abu Nawas merupakan salah satu karyawan yang teladan. Meski demikian, Amir mengerti kebiasaan buruk Abu Nawas yang kerap meminum atau memakan makanan kepunyaan Amir.

Pada suatu hari, Amir datang membawa satu kendi berisi madu. Melihat majikannya datang dengan membawa kendi, Abu Nawas menghampiri majikannya. "Untuk apa kendi itu, bolehkah aku meminta isinya?" tanya Abu Nawas.

Karena khawatir madu itu diminum Abu Nawas, maka majikannya terpaksa berbohong. "Abu, kendi ini berisi racun dan aku tidak mau nanti kamu mati karena meminumnya," jawab sang majikan.

Abu Nawas yang memang mengerti kendi yang dibawa majikannya itu khusus untuk madu tidak dapat berbuat banyak. Tak lama setelah itu, sang majikan pun pergi keluar. Pada saat itu, ia memutar otak untuk bisa meminum madu itu tanpa menyinggung perasaan majikannya. Karenanya, Abu Nawas menjual sepotong pakaian. Hasil penjualannya itu kemudian ia gunakan untuk membeli roti.

ALASAN PENCURI

Setibanya di tempat kerja, roti itu dimakan dengan menggunakan madu milik sang majikan. Hingga tak terasa madu itu pun habis diminum Abu Nawas. Setelah kekenyangan, Abu Nawas kembali melanjutkan pekerjaannya. Namun, tak lama setelah itu, majikannya datang dengan membawa sepotong roti. Alangkah kagetnya Amir ketika mendapati tutup kendinya terbuka dan madu dalam kendi itu sudah habis tak tersisa.

Tak hanya itu, Amir juga mendapati sepotong pakaiannya telah hilang. "Ini pasti ulah Abu Nawas," katanya dalam hati.

Amir pun langsung menghampiri Abu Nawas yang tengah sibuk menjahit pakaian. "Abu, apa sebenarnya yang telah terjadi, mengapa isi kendi itu habis dan sepotong pakaian telah hilang?" tanya Amir.

"Maaf, tadi sewaktu Tuan pergi, ada sekelompok pencuri datang mengambil pakaian majikan," kata Abu Nawas.

"Lantas, apa yang kamu lakukan terhadap pencuri itu?' tanya Amir lagi.

KETAKUTAN

Mendapat pertanyaan yang terus-menerus dari majikannya itu, Abu Nawas kian pura-pura gemetar. Tapi, meski demikian, dia tetap tidak kekurangan akal. "Aku ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Abu Nawas lagi.

"Lalu, mengapa isi kendiku hilang, apakah juga diminum pencuri itu?" tanya Amir lagi.

"Tidak, Tuan," katanya polos.

"Lantas, siapa yang telah meminumnya," ujar Amir

"Sekali lagi maaf majikan, karena takut akan dimarahi Tuan, maka aku putuskan untuk memilih bunuh diri saja menggunakan racun dalam kendi itu," jelas Abu Nawas seolah tak bersalah.

Mendengar pengakuan jujur dan keahlian akal Abu Nawas, Amir yang semula akan marah mengurungkan niatnya. Ia sadar jika semua itu juga kesalahannya karena telah berbohong kepada bawahannya. Dasar Abu Nawas!!!!

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...