Menunda Zakat Karena Terlilit Hutang

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Saya adalah seorang muslimah yang ingin menanyakan beberapa hal:

Ilustrsi

1. Apakah ikan yang dibersihkan dan dibuang isinya, tanpa disembelih terlebih dahulu, termasuk perbuatan menyiksa binatang?

2. Rasulullah Saw. melarang laki-laki memakai cincin terbuat dari emas, lalu bagaimana memakai jam tangan yang dicampuri dengan emas?

3. Bolehkan seseorang menunda zakatnya karena terlilit hutang hingga menyebabkan ia menjual hasil panen untuk membayar hutang itu, padahal hasil panennya sudah mencapai nisab?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirim oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Jakarta Selatan

1. Ikan dan semua hewan laut itu tidak perlu disembelih. Yang najis cuma kotorannya saja, selainnya halal. Yang perlu disembelih adalah hewan darat.

2. Memakai emas untuk orang laki-laki sebagai perhiasan, baik cincin maupun lainnya adalah suatu perbuatan yang oleh Nabi Saw. Dinilai tercela, meskipun kadar emas dalam arloji itu sedikit. Perhiasan emas itu hanya diperbolehkan bagi perempuan.

Kenapa doyan memakai emas, sementara banyak alternatif lain yang bisa berfungsi sebagai perhiasan seperti: kulit, tembaga dan sebagainya.

3. Hutang tersebut meski ditunaikan lebih dahulu. Barulah setelah ada kelebihannya dan mencapai satu nisab, di gunakan untuk membayar zakat. Mesti diselesaikan dulu urusan antara sesama. Tidak boleh membayar zakat dulu, sebelum hutangnya di lunasi.

Seperti halnya petunjuk al-Qur'an tentang harta warisan, ia boleh dibagi jika hutang dan wasiatnya sudah diselesaikan.

Jika hasil panen yang digunakan untuk membayar hutang dan kelebihannya tidak mencapai nisab, maka tidak ada kewajiban untuk membayar zakat. Tapi boleh ganti dengan sedekah biasa kalau ingin mendapatkan pahala.


loading...