Menjelekkan Dan Membicarakan Orangtua membuat Suaraku Hilang

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa dekat dengan orangtuaku sendiri bahkan lama-kelamaan, aku merasa benci. Mungkin karena sejak kecil aku tidak tinggal bersama mereka. Aku tinggal bersama embah di kampung.

Ilustrasi

Mungkin juga karena aku merasa iri dengan kedekatan adik-adikku kepada orangtua. Sebab, ketika aku lulus SMP, ayah menjemputku untuk sekolah di Jakarta.

Kian hari aku merasa semakin iri terhadap kedua adikku. Tatkala ada acara LDKS di Cibubur, setelah renungan malam, aku menangis tersedu-sedu hingga membuat teman-temanku heran.

Temanku mendesak agar aku menceritakan yang membuatku sangat sedih. Kemudian aku berkata, "Aku benci orangtuaku, aku tidak akan pernah berkata ataupun bertanya pada mereka sebab mereka bukan orangtuaku".

Temanku menasehati agar aku tidak bicara seperti itu, tapi aku malah lebih serius menjelekkan orangtuaku. Aku bilang bahwa orangtuaku selalu mengirim uang untukku ketika aku tinggal di kampung.

Hingga sebuah kejadian aneh terjadi. Keesokannya ketika temanku mengajakku untuk mengambil air wudhu guna menunaikan shalat Subuh, suaraku tidak keluar ketika hendak mengatakan sesuatu. Tak sedikitpun suara keluar dari mulutku.

Dan ketika temanku bertanya kepana, aku hanya diam. Selesai shalat Subuh, aku mencoba berzikir tapi tak sedikitpun suara yang keluar dari mulutku. Hingga akhirnya aku sadar ini mungkin teguran dari Allah dan mungkin Allah tidak suka jika aku menjelek-jelekkan orangtua.

Seketika itu juga aku bersujud dan berzikir mohon ampun. Tapi hingga sore hari ketika pulang, suaraku tak kunjung datang. Air mataku terus mengalir menyesali perbuatanku. Semua teman dan pembina mengetahui suaraku hilang.

Mereka bilang bahwa aku sakit jadi suaraku hilang. Aku sadar suaraku hilang karena aku menjelekkan orangtua yang selama ini menyayangiku. Demi aku, mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhanku.

Setibanya di rumah, aku langsung bersalaman dengan kedua orangtuaku dan meminta maaf setulus hatiku walaupun tanpa suara.

Tapi, orangtuaku tahu, sambil mencium tangan aku terus menangis. Melihat keadaanku, ibu menyuruhku istirahat dan ketika aku bangun aku dapat bersuara seperti biasa dan langsung sujud syukur.

Sejak saat itu, aku tahu derajat orangtua yang paling tinggi dan aku tidak akan pernah menjelekkan orangtua, berbohong ataupun melawan. Aku tetap menghormati orangtua walaupun aku tidak bisa dekat ataupuns ehati dengan orangtuaku.

Semoga kita semua bisa selalu menghormati dan pemdahulukan orangtua sebab orangtualah jalan rahmat dari Allah.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...