Menghadapi Suami Tempramental

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Suami saya orangnya temperamental, kerap uring-uringan dan itupun karena omongan dari orang yang nggak suka. Sehingga kerap membuat hubungan kami selalu berselisih paham. Bagaimana cara untuk mengatasi suami yang temperamental, agar hubungan tetap harmonis.

Ilustrasi

Dalam berumah tangga sudah tentu akan ada ujian dalam kehidupan. Sikapilah hal itu atau ujian itu dengan berbaik sangka kepada Allah dan tetap bersabar.

Dengan sikap seperti itu, Anda sudah pasti akan kuat menghadapinya, tidak mudah putus asa, tidak mudah menyalahkan pihak lain, apalagi sampai menyalahkan Allah SWT. Sebab, tidak ada sesuatu yang kita jalani itu selain sudah sesuai dengan takdir Allah.

Ingatlah bahwa Allah itu tidak akan memberikan ujian kepada hamba-Nya di luar kemampuan hamba tersebut.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis, "Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapatkan siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan maafkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir'," (QS Al Baqarah: 286).

Di ayat tersebut kita diajarkan satu doa agar kita sanggup menghadapi segala ujian dari Allah SWT. Doa tersebut berbunyi: "Rabbana la tuahidnaa inna-siina au akhtha'na, rabbana wa la tahmil alaina isran kama hamaltahu alalladina min qablina, rabbana wala tuhammilna mala thaqata lana bih, wa'fu anna waghfirlana warhamna anta maulana fanshurna alal qaumil kafirin."

Artinya, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan maafkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir."

Tentu doa-doa lain masih banyak sesuai dengan apa yang bisa dilakukan. Sekali lagi, jadikan ujian itu sebagai ladang ibadah. Insya Allah, jika kita sabar, semua akan mendapat solusi terbaik dari Allah SWT.

Terakhir, istiqomahkan ibadah shalat malam, insya Allah tak lama lagi kebaikan akan didapatkan.


loading...