Mengenal Sosok Rasulullah Saw, Tubuh Wangi, Kulit Sehalus Sutra

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Tak ada teladan dan kekaguman melebihi kekaguman pada Rasulullah Saw. Siapapun yang melihatnya akan terkesima, bagai melihat pancaran cahata matahari. Kulit beliau pun halus dan wanginya lebih dari kasturi.

Ilustrasi

CAHAYA PAGI

Rasulullah Saw adalah sosok yang istimewa, mulai dari fisik, sikap, teladan dan syariatnya. Para sahabat menggambarkan keindahan Nabi laksana menatap matahari pagi yang cerah. Digambarkan dalam satu riwayat, dari Ar-rubayyi' binti Mu'awwidz berkata, "Saat melihat beliau, seakan-akan aku sedang melihat matahari yang sedang terbit," (Misykatul Mashabih).

AROMA WANGI

Seandainya kita hidup di zaman Rasulullah Saw, tentu merasakan halusnya kulit baginda Nabi. Anas berkata, "Aku tidak pernah menyentuh kain sutra yang lebih halus dari telapak tangan Nabi Saw. Aku tidak pernah mencium suatu aroma, minyak kasturi, atau bau apapun yang lebih harum daripada bau dan aroma Rasulullah," (HR Al Bukhari).

Di hadis lain digambarkan lebih indah lagi. Abu Juhaifah berkata, "Aku pernah memegang tangan beliau lalu kutempelkan wajahku. Ternyata tangan lebih dingin daripada es dan lebih harum daripada aroma minyak kasturi," (HR Al Bukhari).

BERCAHAYA

Bukan hanya halus kulit dan harum aroma tubuhnya, senyum beliau pun sangat indah. Ibnu Abbas berkata, "Ada celah di antara gigi-gigi serinya. Jika sedang berbicara, terlihat ada semacam cahaya yang memancar dari gigi-gigi seri itu," (Ad-Darimy, Misukatul Mashabih).

Dalam hadis yang lain digambarkan lebih lengkap lagi. Digambarkan, leher beliau seperti leher boneka yang terbuat dari perak yang mengilat, mulutnya indah dan lebar, jenggotnya lebat, keningnya lebar, hidungnya indah, kedua pipinya lembut dan empuk, dari leher depannya hingga ke pusaran melajur seperti tongkat, hanya di dada dan perutnya yang ada bulunya, lengan dan betisnya juga ada rambutnya, perut dada sama-sama bidang, pergelangan tangannya panjang, telapak tangannya lebar, bentuk tulang lengan dan betisnya bagus, telapak kakinya yang tengah itu melengkung, anggota-anggota badannya panjang, jika badannya condong, maka condongannya itu kuat, langkah-langkah kakinya lebar, dan berjalan dengan tenang (lihat Khulashatus-Sair).

Ali bin Abu Thalib juga menyifati diri Rasulullah, "Beliau bukan orang yang terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, orang yang perawakannya sedang-sedang, rambutnya tidak kaku dan tidak pula keriting, rambutnya lebat, tidak gemuk dan tidak kurus, wajahnya sedikit bulat, kedua matanya sangat hitam, bulu matanya panjang, persendian-persendiannya yang pokok besar, bahunya bidang, bulu dadanya lembut, tidak ada bulu-bulu di badan, telapak tangan kakinya tebal, jika berjalan seakan-akan sedang berjalan di jalan menurun, jika menoleh, seluruh badannya ikut menoleh, di antara kedua bahunya ada cincin nubuwah, yaitu cincin para nabi, telapak tangannya yang terbagus, dadanya yang paling bidang, yang paling jujur bicaranya, yang paling memenuhi perlindungan, yang paling lembut perangainya, yang paling mulia pergaulannya, siapapun yang tiba-tiba memandangnya tentu enggan kepadanya, siapa yang bergaul dengan tentu akan mencintainya. Aku tidak pernah melihat orang yang seperti beliau, sebelum maupun sesudahnya."


loading...