Menata Hati Sambut Bulan Suci

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ramadhan adalah bulan suci, tentu harus kita sambut dengan sucinya hati. Untuk itu, selagi masih ada waktu, mari kita bergegas untuk bertobat kepada Allah, membuka hati untuk memaafkan orang lain.

Ilustrasi

Sebelum memasuki bulan Ramadan, alangkah indahnya jika kita menyadari bahwa diri kita masih berlumur dosa dan kekhilafan, baik kepada Allah SWT dan sesama manusia. Untuk itu, marilah kita siapkan hati agar bersih. Inilah nasihat para ulama untuk menata hati sambut bulan Suci :

FULL ISTIGFAR

Tak ada yang dapat menjamin, apakah esok setelah bangun tidur kita masih bernapas. Maka menjelang bulan suci nanti, marilah kita bertobat. "Dan orang-orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya," (QS Al Furqaan: 71).

Istigfar adalah bagian dari bentuk pertobatan kita kepada Allah SWT. Selain itu, tentu ada syarat lain, mulai dari meninggalkan semua bentuk amal kejelekan kita, menguatkan niat, dan upaya menjauhi maksiat.

Di antara doa untuk meminta segala ampunan dari Allah sebagai berikut, "Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a'lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa 'amdii, wa kullu dzalika 'indii."

Artinya, "Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan," (HR Bukhari dan Muslim)

MEMAAFKAN

Selain minta ampun kepada Allah SWT, hati kita pun harus ikhlas memaafkan semua kesalahan orang lain, meski orang tersebut tidak meminta maaf. Alangkah ruginya jika kita memasuki bulan mulia itu dengan dendam dan sakit hati kepada orang lain.

Mengingat kembali kisah perjuangan Rasulullah Saw, bagaimana beliau bersabar menghadapi suatu kaum yang menantangnya. Beliau seringkali di fitnah, bahkan diusir dari negerinya, tapi tetap sabar dan memaafkan.

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya," (QS Al Imran: 159)/

MENJAGA LISAN

Ramadan adalah bulan mengendalikan hawa nafsu. Maka, sejak saat ini mari kita membiasakan diri menjaga lisan, jangan sampai tutur kata yang kita haturkan melukai sesama, apalagi kedua orang tua kita. Apalagi sampai menebar fitnah dan kedengkian.

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purbasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang," (QS Al Hujaraat: 12).

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...