Mempermainkan Jilbab

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Kejadian ini terjadi pada tahun 2006, sekitar 3 bulan yang lalu. Pada saat itu, saya sedang berlibur. Seperti biasa, hari minggu adalah hari yang paling menyenangkan bagiku.

Ilustrasi

Hari itu, aku sibuk memilih busana apa yang pantas kupakai untuk jalan-jalan. Tiba-tiba, aku tertarik dengan busana muslimah.

Entah mengapa, aku tertarik memakai jilbab yang kugantung di depan pintu kamarku. Hatiku pun sudah tak kuasa lagi untuk mencoba memakainya.

Hati kecilku sempat berpikir bahwa orang lain yang melihatku pasti akan terkagum-kagum dengan jilbab yang kukenakan. Aku yakin bahwa orang-orang akan memuji penampilanku di jalan nanti.

Dugaanku tidak meleset. Semua orang memandangiku dengan sangat kagumnya atas busana yang kukenakan. Di tengah perjalanan, aku bertemu dengan teman lama sewaktu masih duduk di bangku SMA dulu. Dia mengajakku untuk pergi bersama. Aku pun menyetujui saja ajakannya.

Setelah tiba di tempat tujuan, aku begitu terkejut karena di tempat itu sudah banyak kerumunan anak-anak muda yang akan merayakan pesta ulang tahun. Aku sangat heran karena yang pakai jilbab cuma aku seorang. Dan, tiba-tiba, orang yang akan merayakan pesta itu menunjukku untuk memimpin sebuah doa.

Kala itu, aku sangat bingung sekali apa yang harus kulakukan. Aku sempat menolaknya, tetapi dia terus memaksaku. Anehnya lagi, setelah sekian lama, tidak ada seorang pun yang mau dengan alasan tidak bisa.

Dengan terpaksa, aku memimpinnya dengan fikiran dan hati yang campur aduk. Aku terus memimpin doa acara itu seadanya sampai selesai. Setelah tiba di rumah, aku teringat kejadian yang kualami itu. Aku mulai berfikir mungkin ini cobaan yang Allah berikan pada hamba-Nya bahwa tidak sepantasnya memakai jilbab dengan alasan ingin di puji, orang melainkan dengan hati dan niat yang ikhlas untuk mengharap ridha-Nya.

Demikian sepenggal kisah saya ini. Semoga bermanfaat dan berguna bagi yang membaca kisah ini.


loading...