Kisah Seorang Wanita Mendapat Kebenaran Dari Alquran

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Dari Alquran, Ririn Sugianti akhirnya bisa menemukan kebenaran bahwa mengonsumsi daging babi itu haram. Sempat membandingkan antara kitab-kitab lain dengan Alquran, namun Ririn menjadi semakin mantap memilih Islam. Berikut penuturannya.

Alquran

Nama saya Ririn Sugianti. Sebagai anak tunggal dari Tamin dan Ibu yang bernama Suhartini, saya terlahir sebagai seorang Non-Muslim. Sebenarnya ayah dan ibu saya bukan penduduk asli Samarinda. Beliau merantau ke Samarinda, Kalimantan karena tuntutan pekerjaan Ayah.

Setelah ayah pensiun kerja dan saya lulus SD, kami kemudian pindah ke Bekasi, Jawa Barat, kampung halaman ayah.

Kemudian setelah lulus SMP, saya diboyong ke kampung halaman ibu di Ngantang, Malang. Awal mula saya tertarik dengan Islam ketika saya duduk dibangku SMA 1 Malang. Pada saat mata pelajaran agama, siswa non-muslim memang tidak diwajibkan ikut. Tapi saat itu saya ngotot ingin ikut pelajaran agama Islam itu.

Ketika itu,  guru agama sedang menjelaskan tentang alasan agama Islam mengharamkan makan daging babi. Entah mengapa saat itu saya memberanikan diri bertanya. Saya bertanya dari mana landasan hukum bahwa makan babi itu haram? Karena di dalam kitab yang saya yakini, disebutkan tidak semua babi haram.

Guru agama yang juga dikenal sebagai ustad itu lantas menjelaskan dengan panjang lebar tentang alasan dan dasar dalilnya. Yang mengejutkan saya waktu itu, beliau mengatakan bahwa kitab yang saya yakini itu sudah mengalami banyak perubahan sudah banyak mengalami perubahan. di revisi berkali-kali, sedangkan Alquran tetap terjaga keasliannya, tanpa perubahan.

BINGUNG !!!

Hal itu membuat saya lebih penasaran. Pada akhirnya saya pergi ke tempat ibadah agama saya dan kemudian meminjam kitab yang masih belum banyak direvisi. Kemudian saya membandingkannya. Ternyata saya menemukan perbedaan yang mendasar. Untuk Kitab baru saya lebih simpel sedang untuk yang versi lama banyak penjabarannya.

Untuk kasus pengharaman makan babi, dijelaskan dalam kitab lama bahwa babi itu haram dan kalau bisa jangan dikonsumsi. Akan tetapi dalam kitab versi baru terdapat pengecualian mengenai keharaman babi. Di situ disebutkan haram pada babi hutan. Setelah itu saya berpikir dan mulai mengulik dan membanding-bandingkan.

Saya terus mengulik perbedaan kitab lama dan baru hingga saya kuliah . Kala itu saya berteman dekat dengan seorang laki-laki muslim yang bernama Oldi. Dalam banyak kesempatan, kami sering saling beradu argument tentang agama kami masing-masing.

Dalam setiap debat soal agama, semua pertanyaan saya mengenai Islam dijawab dengan gamblang dan tenang. Sebaliknya, saat saya ditanya tentang agaa saya, saya tidak bisa berbuat banyak karena sedikitnya dalil yang melandasi argumen saya.

MASUK ISLAM

Sejak itulah saya mulai muncul keinginan untuk memeluk agama Islam. Hingga puncaknya, pada Mei 2015 lalu saya mengucapkan ikrar mualaf di Masjid Al Falah. Sejak saat itulah, saya resmi menjadi seorang muslimah. Kini saya merasa sangat beruntung menjadi bagian dari Islam.

Sebab Islam merupakan agama yang sempurna. Dan setiap permasalahan di Islam punya dalil tersendiri.

Sampai saat ini saya rutin mengikuti pembinaan mualaf di Masjid Al Falah. Semua itu agar keislaman saya lebih sempurna lagi. Di komunitas Mualaf Al Falah juga punya grup di sosial media Whatsapp. Melalui Medsos itulah kami saling mengingatkan kewajiban seorang muslim.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...