Kisah Pengantin Mati Dijemput Bidadari

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Demi panggilan jihad, Zulebid rela tidak menikmati malam pertamanya ketika menjadi pengantin baru. Ia kemudian mati syahid dalam medan perang tersebut. Namun, jenazahnya kemudian disambut oleh bidadari-bidadari surga.

Ilustrasi

Dikisahkan dalam kitab Raudhah Al Muhibbin wa Al Musytaqin, Ibnul Qayyim Al Jauziyyah bahwa di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Ia dikenal sebagai pemuda yang baik dan rajin beribadah di kalangan sahabat. Dari segi ekonomi, ia pun tergolong berkecukupan.

Karena itu, ia hendak melaksanakan sunah Rasul, yaitu menikah. Ironisnya, beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan. Akhirnya atas saran seorang sahabatnya, Zulebid menemui Rasulullah Saw untuk mengutarakan isi hatinya.

Saat ditemui Rasul, Zulebid diberi saran.

"Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?" tanya Rasulullah.

"Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesalehannya dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun," ujar Zulebid.

"Katakanlah aku yang mengurusmu," sahut Rasulullah.

"Baiklah, ya Rasul," jawab Zulebid.

GAGAL MALAM PENGANTIN

Ia pun lalu bergegas pergi ke rumah si Fulan. Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri orang tua si Fulan.

"Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?" tanya orang tua si Fulan.

"Rasulullah Saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu," jawab Zulebid sedikit gugup.

"Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku," jawabnya.

Kemudian orang tua tersebut menemui putrinya dan bertanya, "Bagaimana pendapatmu wahai putriku?"

"Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah Saw, maka terimalah lamarannya dan aku akan ikhlas menjadi istrinya," jawabnya.

Akhirnya pagi itu juga, pernikahan Zulebid dan putri si Fulan diselenggarakan dengan sederhana. Setelah menjadi pasangan suami-istri, Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.

Sepanjang perjalanan, Zulebid selalu tersenyum memandang wajah istrinya yang cantik. Ia pun tampak tidak tahan untuk segera menjalani malam pertamanya. Malam yang ditunggu-tunggu pun tiba, namun tiba-tiba pintu rumahnya terdengar ada yang mengetuk dari luar.

Zulebid pun segera bangkit dan membuka pintu. Ternyata di depan rumahnya sudah ada seorang laki-laki yang mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang. Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.

"Duhai istriku, aku mohon keridaanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang," kata Zulebid.

"Pergilah suamiku, betapa besar kecintaanku kepadamu, namun hak yang Mahaadil lebih besar kepemilikan-Nya terhadapmu. Doa dan ridaku menyertaimu," jawabnya.

WANGI BIDADARI

Maka, berangkatlah Zulebid bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Dengan penuh keberanian, ia berhasil membunuh beberapa pasukan musuh. Namun, dalam pertempuran itu, tiba-tiba anak panah menancap di dadanya.

Zulebid pun terjatuh dan akhirnya mati syahid. Ia dimakamkan bersama para syuhada yang lain. Rasulullah kemudian terdiam di samping makamnya. Sejenak beliau menangis, namun beberapa waktu kemudian beliau tersenyum. Seketika itu juga wajah beliau berubah menjadi cerah.

"Wahai Rasulullah, mengapa di pusaran Zulebid engkau menangis?' tanya mereka

"Aku menangis karena mengingat Zulebid seharusnya saat ini merasakan malam pengantin." jawab Rasulullah.

"Lalu, mengapa kemudian Engkau tersenyum?" tanya sahabat lagi.

"Aku tersenyum karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak, aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid," jawab Rasulullah.


loading...