Ikan Yang Membawakan Uang Koin Emas

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
Setelah disiksa beberapa kali, bahkan hingga pingsan Malik akan dibuang ke tengah laut. Namun dalam kondisi yang kritis itu, dia berdoa kepada Allah. Subhanallah, tidak lama kemudian, ikan di lautan menghampiri kapal yang ditumpangi dengan membawakannya koin uang emas.

Ilustrasi

Malik bin Dinar adalah salah seorang laki-laki gagah dan tampan. Malik gemar berfoya-foya dan memiliki harta kekayaan yang berlimpah. Tak lama kemudian, Malik mendapat hidayah, ia menjadi orang yang tekun ibadah. Malik tinggal di Damaskus, daerah golongan Muawiyyah yang telah membangun sebuah masjid besar dan mewah. Malik ingin sekali diangkat sebagai pengurus masjid itu.

Pada saat itu, menjadi pengurus masjid merupakan jabatan terpandang di kota tersebut. Maka, pergilah ia ke masjid itu. Selama satu tahun dia melakukan ibadah, ia berharap agar setiap orang melihatnya. Namun usahanya itu sudah satu tahun, tetapi tidak membawa hasil.

Sejak saat itu, Malik menyadari bahwa ibadah yang dikerjakan selama setahun penuh itu adalah munafik. Ia kemudian bertobat. Malam itu juga, ia mengerjakan shalat dengan penuh rasa ikhlas.

Suatu ketika, masjid dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Tiba-tiba dinding masjid tersebut retak dan perlu mendapatkan perawatan. Dari jamaah yang hadir saat itu, setuju jika Malik menjadi pengawas pembangunan masjid.

Mereka pun mendatangi rumah Malik. Saat itu tampak Malik sedang melaksanakan shalat dengan khusyuk. Begitu selesai melaksanakan shalat, para jamaah itu menyampaikan maksud kedatangannya untuk mengangkat Malik menjadi takmir masjid. 

Malik baru menyadari kalau keinginannya yang menggebu dan melakukan shalat selama setahun secara munafik tidak menghasilkan apa-apa. Namun, begitu ia menjalankan shalat secara khusyuk dan tawakal kepada Allah, barulah ia merasakan bahwa Allah mengangkat derajat yang dikehendaki-Nya.

MENUMPANG KAPAL

Pada suatu hari Malik menumpang sebuah kapal. Setelah berada di tengah hutan, awak-awak kapal meminta uang. "Bayarlah ongkos perjalananmu," kata salah satu awak kapal berbadan besar.

Mendengar permintaan itu, Malik sedih karena tidak bisa membayar ongkos perjalanan naik kapal. Dirinya memang tidak memiliki uang sepeser pun. "Maaf tuan, terus terang saja, hari ini aku tidak punya uang. Tolonglah aku," jawab Malik dengan nada sedih.

Jawaban Malik itu tidak membuat awak kapal kasihan. Ia malah marah-marah. Dengan suara lantang, awak kapal ini menagih terus. Karena sudah berkali-kali dimintai ongkos tidak segera diberikan, awak kapal itu marah dan langsung memukul Malik hingga pingsan.

"Rasakan. Enak saja naik kapal tidak mau membayar. Memang ini kapal nenekmu," ujar awak kapal itu.

Bahkan kejadian tersebut terulang sampai tiga kali. Selama itu pula Malik terus disiksa. Karena tidak bisa bayar, akhirnya ada salah satu awak kapal mengusulkan agar Malik dikeluarkan dari kapal. "Bagaimana jika dia kita lemparkan ke laut," usul salah satu awak kapal.

Namun sebelum dilempar ke laut, Malik berdoa kepada Allah SWT agar dirinya diberi jalan keluar dan diselamatkan. "Ya Allah SWT, selamatkan diri hamba-Mu ini. Tanpa pertolongan-Mu, aku tidak bisa selamat," doa Malik dalam hati.

Tampaknya doa Malik langsung didengar oleh sang Khalik. Tiba-tiba secara aneh ikan di laut mendongkakkan kepala mereka ke permukaan air dan masing-masing membawa dua keping dinar (uang emas di mulutnya).

Kemudian Malik mengambil dua keping emas. Lantas, ia memberikan uang tersebut kepada salah satu awak kapal. Melihat kejadian itu, awak kapal segera berlutut di hadapan Malik. Melihat perilaku mereka, Malik hanya tersenyum. Sejak itulah ia dinamakan Malik bin Dinar.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...