Hukum Mengantarkan Ke Tempat Maksiat?

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Hanya mengantarkan saja bisa mendapatkan dosa tersendiri, tempat maksiat adalah tempat yang berisikan dosa dan bagaimanakan pandangan Islam mengenai hal ini.

Ilustrasi

Bagaimana jika seorang tukang ojek mengantarkan penumpangnya ke tempat maksiat padahal sebelumnya tidak tahu arah yang dituju penumpangnya?

Halalkah upah yang didapatkan dari mengantarkan seseorang ke tempat maksiat itu untuk makan?

Diatas adalah pertanyaan dari Sahabat AkuIslam.ID dari Jakarta.

Kalau betul-betul tukang ojek tersebut tidak tahu ke mana arah tujuan sang penumpang, tidak menjadi soal. Tapi kalau ada praduga dari awal bahwa penumpang tersebut akan minta diantarkan ke tempat maksiat, maka sudah terkena ancaman, karena membantu orang bermaksiat sama juga dengan ikut melakukan maksiat.

Kalau sebelumnya tidak tahu sama sekali, tahunya setelah sampai tujuan, maka uang yang diterima tersebut termasuk kategori syubhat.

Kalau pun menerima harus minta ampun banyak-banyak kepada Allah. Begitu tahu status penghasilan yang diterima syubhat, namun tidak ingin menggunakan hasil tersebut karena takut dosa bisa diberikan kepada orang lain.

Jangan dimakan sendiri, karena membuang harta juga tidak boleh, yakni bisa dengan memberikan kepada orang lain dari hasil syubhat tersebut.

Masalah diterima atau tidaknya pemberian tersebut semuanya terserah Allah, yang terpenting sudah ada niatan baik untuk membebaskan diri dari dosa. Kalau niatnya memang ingin menyucikan diri dari dosa, Allah tentu lebih tahu niat awalnya.

Related Posts

loading...