Gara-Gara Harta, Akhirat Pun Terlupa

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
Tidak sedikit orang sukses ketika diuji kemiskinan. Tapi, ketika diuji kesuksesan dan kekayaan, tidak sedikit yang gagal. Semakin kaya, ia semakin diperbudak harta dan lupa akhirat. Begitulah perilaku Dila. Bersyukur, akhirnya menemukan pencerahan dan sadar dari perbuatannya.

Ilustrasi

Sebut saja Dila, wanita yang lahir 35 tahun silam tersebut terlihat masih sangat segar.

Kesuksesannya dalam mengembangkan restoran dan salon kecantikan ternyata telah mengubah hidupnya. Hampir setiap orang yang pernah dekat dengannya tidak dihiraukan, bahkan dibuang. Tidak hanya teman dekat, bahkan Roni, suaminya harus menjadi korban ambisinya.

"Ma, jangan lupa shalat dan bergaulah dengan yang baik-baik." nasihat sang suami.

"Papa tau apa, yang kerja itu aku," bantahnya

"Lagian kalau dahuluin shalat, nanti para pelanggan pada kabur," tambahnya dengan muka masam.

Jika sudah begitu, Roni yang hanya seorang pegawai di perusahaan swasta hanya bisa mengelus dada.

Semakin hari kegilaannya terhadap pekerjaan ternyata semakin menjadi-jadi. Berbagai cara Dila lakukan untuk menggapai ambisinya, meski harus melanggar norma-norma hukum sekalipun.

Melihat kenyataan tersebut, Roni pun dengan penuh kesabaran selalu memperingatkannya.

Alih-alih sadar dan mematuhinya, Dila malah menggugat cerai suami yang dianggapnya menjadi penghalang kesuksesan usahanya.

SAKIT DAN LUMPUH

Dua tahun berlalu, tapi Dila Masih tetap pada kebiasaan lama. Tidak hanya melupakan keluarga, Dila juga telah menjadi sosok yang baru.

Sampai akhirnya, tanpa diketahui sebabnya secara pasti, Dila mendadak merasa sakit yang luar biasa di seluruh badannya hingga tak sadarkan diri.

Berharap kesembuhan setelah berobat, ternyata penyakit Dila semakin parah. Seluruh badannya tidak bisa digerakkan, sehingga mengalami kelumpuhan total. Berbagai upaya medis dan non medis dilakukan, tapi tidak berbuah kesembuhan. Akibatnya, harta Dila pun habis.

Dengan perasaan yang masih luka, mantan suami Dila yang masih selalu mengikuti perkembangan Dila selama ini mencoba menemui keluarga dan berinisiatif membawa Dila ke tempat praktik Ustad di Semarang yang diketahuinya lewat beberapa teman.

Tanpa membuang waktu dan berpikir lama lagi, berangkatlah keluarga tersebut ke Semarang untuk bertemu dengan seorang Ustad.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya, Ustad lantas menyarankan Dila untuk meminta maaf atas segala kesalahan dan khilafnya kepada mantan suami dan keluarganya. Kemudian dilakukan ruqyah untuk Dila.

Seketika itu pula air mata antara sedih dan bahagia menjadi satu, berseteru di dalam batin mereka yang gundah gulana teringat segala peristiwa pahit yang pernah dilakukan Dila.

Subhanallah, pengorbanan yang luar biasa dari keluarga dan orang-orang terdekatnya, baik harta benda, pikiran, dan perasaan tidaklah sia-sia.

Atas izin Allah SWT dan tak butuh waktu yang lama, keadaan Dila sedikit demi sedikit mulai membaik dan dapat menggerakkan anggota tubuhnya kembali. Alhamdulillah, sampai saat ini Dila telah kembali kepada suaminya dan taubatan nasuha atas bimbingan Ustad.

Dari kisah ini, semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya. Janganlah kalian merasa sombong karena kelebihanmu dan janganlah suka mempermainkan perasaan orang lain.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...