Dua Kali Mati, Bisa Hidup Lagi

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ada-ada saja kisah zaman sekarang, orang sudah mati dan diumumkan di masjid, ternyata tiga jam kemudian hidup lagi. Rupanya, kejadian itu bukan yang pertama. Sebelumnya, Tasbun, sudah pernah meninggal, tapi juga hidup lagi. Kok bisa? Inilah kisahnya.

Ilustrasi

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'uun. Bapak Tasbun bin Simin meninggal dunia. Mari kita rawat jenazahnya dengan baik." suara pengumuman yang berasal dari pengeras suara masjid itu mengejutkan warga Desa SUngapan, Pemalang, Jawa Tengah, Pada hari Minggu 4/5/2014 yang lalu pada waktu Pukul 07.00 WIB.

Tak ayal, dalam waktu yang tak terlalu lama, kerabat dan warga mendatangi rumah duka untuk berbela sungkawa dan mengurus jenazah almarhum. Tapi, tiga jam kemudian, warga dikejutkan dengan pengumuman susulan. Bukan apa-apa, diumumkan bahwa Tasbun bin Simin tidak jadi meninggal dunia alias hidup lagi.

Sontak, warga pun gaduh dan berduyun-duyun mendatangi rumah almarhum yang diumumkan mati di usianya yang sudah 103 tahun itu. Mereka datang membawa beras untuk takziah. "Kamu semula takziah, ya akhirnya diniati menjenguk orang sakit," kata seorang warga.

"Banyak yang datang, berasnya ya tetap diserahkan," sambung seorang ibu lain yang juga datang menjenguk.

WASIAT PEMAKAMAN

Kejadian itu tentu mengundang tanda tanya warga. Mereka pun menelisik dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pria yang sudah berumur satu abad lebih itu. Dari penuturan beberapa anggota keluarganya, diperoleh cerita bahwa pada awalnya, kabar meninggal Tasbun berasal dari Desa Saradan, dari keluarganya di istri kedua.

"Kami tahu kabar itu pukul 06.30 pagi," jelas salah seorang anggota keluarga Tasbun dari istri pertamanya di Desa Sungapan.

Mendapatkan informasi tersebut, pihak keluarga pun menyampaikan kabar tersebut ke perangkat desa. Tak lama, kabar duka itu pun diumumkan di masjid Desa Sungapan. Keputusan untuk membawa jenazah Tasbun ke Sungapan memang didasarkan pada pesan Tasbun sendiri sebelumnya.

Dahuri, salah satu keluarga Tasbun yang juga diamini anggota keluarganya yang lain menegaskan bahwa rencana pemakaman pun sudah diumumkan ke warga. Rencananya, Tasbun akan dimakamkan di TPU Sungapan, sekitar pukul 15.00 WIB hari itu juga.

Waktu pun bergulir, warga dan keluarga Tasbun di Sungapan pun sudah bersiap-siap untuk persiapan mengurus jenazah Tasbun. Tapi, dua jam kemudian, pasca pengumuman kabar duka itu, ternyata keluarga Tasbun yang ada di Desa Saradan memberikan informasi yang mengejutkan.

"Bapak hidup lagi, bicara lagi!" kata salah satu keluarganya lagi mengulang kutipan kabar mengejutkan itu.

Tak ayal, keluarga pun kaget dan buru-buru mengabarkan ke pihak terkait di Sungapan. "Terpaksa diumumkan lagi kalau dia tidak jadi meninggal," jelas anak Tasbun yang lain menguatkan kisah itu.

BUKAN YANG PERTAMA

Pengumuman yang meralat kabar meninggalnya Tasbun pun membuat warga bertanya-tanya, apa iya orang mati bisa hidup lagi. Akhirnya, keraguan itu terjawab setelah kedatangan Tasbun dari Saradan.

Rupanya, setelah sadarkan diri dari "kematiannya", Tasbun minta untuk diantar ke Sungapan. Mau tidak mau, keluarganya di Saradan pun memenuhi permintaan itu dan membawanya ke Sungapan.

"Begitu sampai di Sungapan, dia (Tasbun) ya benar-benar hidup dan bicara dengan warga," sambung Dahuri

Kisah aneh yang dialami Tasbun rupanya semakin menjadi perbincangan warga. Apalagi, diperoleh informasi bahwa kejadian itu bukan yang pertama. Lima bulan sebelumnya, Tasbun ternyata dinyatakan mati oleh keluarganya.

"Tapi, tidak menghebohkan seperti sekarang, karena hanya keluarga yang tahu," ungkap salah satu keluarga lagi.

Waktu itu, lanjut sumber tersebut, Tasbun diketahui tidak bernyawa pada pukul 02.00 WIB dini hati. Saat itu, lanjut sumber tersebut, pihak keluarga bisa memastikan Tasbun meninggal dunia karena mencermati detak jantungnya sudah tidak terdeteksi.

"Kejadiannya yang di Saradan. Tapi, tiga jam kemudian jantungnya berdetak lagi, ya hidup lagi," sambungnya.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...