Diterjang Ombak Ketika Selingkuh

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Saya seorang suami yang bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan penghasilan pas-pasan. Biasanya, setiap bulan 50% dari gaji saya di berikan kepada istri saya untuk keperluan rumah tangga sehari-hari. Sementara 25%-nya ditabung dan 25% lagi untuk kebutuhan saya sendiri.

Ilustrasi

Pada awal bulan Juli 2005, jatah istriku tidak dikasih seperti biasanya. Aku memangkasnya menjadi 20% dengan alasan untuk bayar hutang di kantor. Istriku tidak mempermasalahkannya, padahal uang itu aku rencanakan untuk mengajak jalan-jalan wanita selingkuhanku.

Akhir pekan pertama bulan Juli 2005, aku pergi ke Anyer bersama selingkuhanku. Kepada istriku, kubilang dapat tugas kantor ke luar kota. Kami sampai sabtu pagi pukul 10.00 WIB, dan kami langsung mencari tempat penginapan.

Pada sore harinya, kami ingin menikmati sunset (matahari terbenam) di atas perahu berdua, lalu aku pergi mencari orang yang mau menyewakan perahunya.

Diatas perahu, kami bertiga, yaitu aku, pacarkua dan nahkoda perahu yang membawa kami. Setelah 1 jam, kami terapung di atas laut sambil menikmati indahnya sunset. Tiba-tiba datang angin yang bertiup kencang dan si Nakhoda menyarankan supaya secepatnya menepi.

Dia tahu bahaya akan datang. Kira-kira 200 meter lagi sampai di tepi, tiba-tiba dari belakang datang gulungan ombak yang memutarbalikkan perahu kami. Akibatnya kami semua tenggelam. Ketika sadar, aku sudah di rumah sakit dengan infus dan luka-luka memar dan lebam dan memenuhi tubuhku.

Setelah siuman, aku ingat istriku. Apa yang telah kuperbuat ya Allah? Aku sadar telah mengkhianati istriku yang penuh cinta dan kasih sayangnya kepadaku. Lalu aku langsung menghubungi istriku dan menceritakan keadaanku.

Beberapa jam kemudian dia telah hadir di sisiku. Sambil menangis dan minta maaf berjanji tidak akan mengulangi lagi. Mendengar penjelasan dan kejujuranku, istriku langsung menangis dan memelukku. Ya Allah! Terima kasih Engkau telah memberiku seorang istri yang sangat mulia hatinya.

Setelah kejadian itu, aku semakin mencintai istriku dan selalu berdoa semoga biduk rumah tangga kami utuh sampai akhir hayat. Dan aku menjadi seorang suami dan calon bapak yang baik. Amin. Dan semoga buat yang membaca kisah ini bisa mengambil hikmahnya.


loading...