Dilema Kumpul Kebo

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Saya seorang jejaka berusia 24 tahun. Asli saya orang Palembang, saya merantau ke Batam dan bekerja di suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Ilustrasi

Selama di Batam saya tinggal di rumah kost berdua sama pacar saya, kira-kira sudah 3 tahunan. Hasil dari hubungan kami berdua selama 3 tahun adalah kami di karuniai seorang anak laki-laki yang tidak kami harapkan dan sekarang anak kami sudah masuk umur 3 bulan.

Sampai sekarang kami belum juga menikah, karena; Pertama, pacar saya beragama beda dengan saya. Kedua, masalah dana, Ketiga, akhir-akhir ini kami sering bertengkar. pertanyaan saya adalah:

1. Apa yang harus kami lakukan (hubungan kami diteruskan atau kami harus berpisah)?
2. Kasang saya shalat untuk menenangkan hati, apakah shalat saya sah sedangkan kami belum menikah dan tinggal di satu atap?
3. Anak hasil hubungan ini apakah disebut anak haram? Bila suatu saat kami berpisah, anak ini sebaiknya ikut siapa? Dan bagaimana caranya supaya anak ini jadi Islam 100%?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirim dari Sahabat AkuIslam.ID dari Palembang.

1. Anda harus berpisah, karena selama ini Anda berzina. Kalaupun nikah, tidak ada pernikahan dengan orang berbeda agama, itu sama saja dengan berzina. Bertaubatlah, menangislah di hadapan Allah. Tinggalkan perempuan itu dan terus bertaubat dan bertaubat. Selanjutnya berhati-hati mencari teman.

2. Shalat dan bertaubat saja. kalau sudah bertaubat jangan zina lagi. Shalat Anda sah, Bertaubatlah terus dan minta ampun pada Allah. Tinggalkan pacar Anda itu.

3. Anda boleh bawa anak Anda, sebab anak itu suci tanpa dosa. Selamatkan anak itu agar masuk dalam Islam.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...