Cara Sedekah Cepat Dapat Momongan

Advertisement

loading...
AkuIslam.ID - Boleh-boleh saja bersedekah sambil berharap. Yang perlu ditekankan adalah saat sedekah tetap niatnya lillahi ta'ala. Tetapi setelah sedekah banyak berdoa agar Allah segera memberikan momongan jika niatnya ingin memiliki momongan, dan segera mendapatkan keajaiban bebas dari hutang jika ingin terbebas dari hutang.

Ilustrasi

Mengakadkan keutamaan Sedekah dengan berharap minta keturunan, diperbolehkan. Orang-orang lain boleh saja tidak sepaham dengan hal ini, bahwa masalah bisa dibeli dengans edekah dan bahwa keinginan juga bisa dibeli dengan sedekah.

Tapi insya Allah, saya tidak bermaksud berkonfrontasi kepada mereka yang tidak setuju. Hal ini dipaparkan, tidak lain tidak bukan agar tumbuh semangat untuk giat beramal dan bersedekah.

Ini saya ibaratkan seorang ayah yang berkata kepada anaknya, "Nak..., jika kamu berhasil masuk ranking sepuluh besar, kamu akan ayah belikan sepeda." Lalu terjadilah dorongan yang begitu besar di dalam diri si anak tersebut sehingga ia memacu dirinya untuk bisa menembus sepuluh besar.

Tatkala anaknya bisa mencapainya, si anak "menangih janji". Dan dapatlah janji tersebut, karena memang sudah dijanjikan.

Subhanallah, Allah menawarkan dan menjanjikan surga bagi siapa yang mengerjakan perintah-Nya, dan mengancam dengan neraka bagi siapa yang menjauhi-Nya. Maka, salahkah bila kita juga mengharap surga dan berharap jauh dari neraka-Nya dengan beribadah kepada-Nya? Allah memberikan surga dan neraka sebagai motivasi dan ancaman. Bahkan dalam ilmu hadis, kita juga mengenal adanya hadis motivasi dan ancaman.

Begitulah halnya dengan sedekah. Allah dan Rasul-Nya memberikan spirit, memberikan motivasi, memberikan stimulus bahwa bila kita mau bersedekah, maka salah satu keutamaannya adalah kita dijauhkan dari bala dan dijauhkan dari kesulitan (disamping kita akan dijauhkan dari penyakit dan ditambah rezekinya).

Apalagi janji-Nya tentang pelipatgandaan amal banyak diabadikan di dalam Alquran. Alias Allah sendiri yang menyatakan / mengundang seseorang beramal dengan imbalan balasan kebaikan yang lebih baik lagi.

Contohnya adalah apa yang tertera di dalam ayat berikut ini.

"Barangsiapa yang melakukan amal baik, maka baginya sepuluh kali lipat amalnya...," (QS Al An'am: 160).

"Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan satu benih yang menumbuhkan tujuh bulir, di mana pada tiap-tiap bulir mengandung seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang dikehendaki...," (QS Al Baqarah: 261).

Maka tidaklah salah bila kemudian kita juga berharap balasan dari Allah. Sudah tentu, bila hal ini salah, maka Allah sendiri tidak akan menjanjikannya.


loading...