Buah Dari Shalat Tahajud

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Sekitar tahun 1993-1994, saya menderita sakit perut di bagian bawah sebelah kanan seperti usus buntu. Penyakit ini, dari hari ke hari kian bertambah parah. Waktu itu, kehidupan saya selalu berkurang karena tidak ada penghasilan.

Ilustrasi

Semakin hari, saya kian bingung. Saya mengeluh pada istri saya, "Dik, sepertinya aku tidak kuat menahan rasa sakit ini". "Istriku diam, tidak menjawab," Lalu saya berusaha berkata lagi kepadanya, tapi dia tetap diam dan untuk yang kesekian kalinya saya berkata lagi, "Perutku sakit dan sepertinya aku tidak kuat menahan sakitku ini, Dik."

Istri saya pun menjawab dengan ketusnya, "Bertobatlah!" Saya diam dan berfikir, "Dari mana uang untuk berobat? Untuk makan saja, kita masih kekurangan."

Hari berikutnya, saya pergi ke tempat saudara yang paling tua karena pada waktu itu kedua orang tua saya sudah meninggal.

Sesampainya di sana, saya mengatakan keadaan sakit yang saya alami sekarang. Saya berharap kakak saya hanya terdiam memandangiku dengan tatapan yang tajam dan sengit.

Tidak lama kemudian, saya pamit pulang. Hal itu pun tak dijawabnya juga. Saya segera melangkahkan kaki untuk pergi.

Hati saya sangat terpukul dan ingin menangis, menahan rasa sakit dan keadaan yang terjadi. Sesampai di pintu rumah, saya berhenti dan tanpa saya sadari, hati kecil saya berkata, "Sudah tidak ada orang yang bisa menolong kita kecuali Allah."

Saya pun langsung masuk ke dalam rumah dan duduk karena sakit di perut saya semakin menjadi. Pada waktu itu, saya mendengar suara adzan Maghrib berkumandang dan saya langsung mengambil air wudhu dan shalat.

Di tengah malam, saya terbangun karena merasakan rasa sakit di perut. Pada saat seperti itulah, mulut saya hanya bisa beristighfar kepada Allah dan turun dari tempat tidur. Saya pun langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat malam (Tahajud).

Shalat Tahajud ini rutin saya laksanakan kurang lebih sampai satu bulan. Singkatnya, pada suatu malam kira-kira pukul 01.00, saya terbangun. Sakit saya kambuh lagi. Pada saat itu, saya merasakan sudah tidak bisa menahannya lagi. Namun, saya tetap mencoba mengambil air wudhu dan menjalankan shalat Tahajud.

Ketika berzikir dan berdoa, hati saya menangis. Air mata saya menetes. Setelah itu, saya langsung mengakhiri doa dengan kata 'Alhamdulillah'. Tak lama kemudian, saya langsung merebahkan badan. Tiba-tiba, dengan mukjizat Allah, saya berada di alam mimpi. Di dalam mimpi tersebut, saya sangat takut sekali karena keberadaan saya sudah di dalam rumah sakit.

Dalam mimpi itu, saya sempat memutarkan kepala dan melihat seluruh Rumah Sakit tersebut. Sambil beristighfar, mulut saya meminta tolong kepada Allah. Tak lama kemudian, ada seorang dokter masuk lewat tembok. Mata saya melotot ketakutan dan mulut saya selalu beristighfar minta tolong kepada dokter itu agar menolong saya.

Dokter itu pun mendekati saya sambil membawa golok. Goloknya sangat panjang dan besar. Begitu dokter mendekati saya, saya minta tolong lagi.

Dokter itu bertanya kepada saya, "Sakit apa kamu?" "Perutku dokter," jawab saya. Dokter itu pun langsung membedah perut saya. Saya berteriak kesakitan, namun saya juga tetap beristighfar kepada Allah. Dokter mengambil usus dalam perutku.

"Ini penyakitmu," kata dokter.

Saya melihatnya sambil beristighfar. Dokter itu berkata, "Penyakitmu sudah sembuh." ternyata usus saya telah dipotong.

Saya lalu bangun dari tidur dan langsung melihat perut saya yang rasanya baru di operasi oleh seorang dokter. Alhamdulillah, tidak ada bekasnya, sejak kejadian dalam mimpi itu, alhamdulillah sampai sekarang sudah tidak pernah kambuh lagi.

Sekian yang bisa saya sampaikan dan marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah. Semoga kisah saya ini bisa diambil hikmahnya.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...