Bisa Melihat Berkat Doa Dari Ibu

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Keajaiban doa seorang ibu memang tidak terbantahkan. Kali ini, dengan kesunguhan doa dari sang ibu, anak laki-laki yang buta sejak lahir akhirnya dapat melihat. Bahkan akhirnya dia menjadi ulama hebat.

Ilustrasi

Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail, terkenal kemudian sebagai Imam Bukhari, lahir di Bukhara pada 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Dia merupakan putra dari Ismail, seorang ulama ahli hadis yang terkenal sangat berilmu dan wara' (menghindari yang subhat/meragukan dan haram).

Ayah Imam Bukhari selain sebagai orang berilmu, ia juga sangat wara' (menghindari yang subhat/meragukan dan haram). dan takwa. Diceritakan, ketika menjelang wafatnya, sang ayah berkata, "Dalam harta yang kumiliki tidak terdapat sedikitpun uang yang haram maupun yang subhat."

Dengan demikian, jelaskan bahwa Bukhari hidup dan terlahir dalam lingkungan keluarga yang berilmu, taat beragama, dan wara'. Tidak heran jika ia lahir dan mewarisi sifat-sifat mulia dari ayahnya itu.

Imam Bukhari memiliki ibu yang sangat salehah. Bahkan dia juga seorang yang ahli ibadah. Hari-harinya dihabiskan untuk beribadah dan mengasuh putra pertamanya, Ahmad, kakak Bukhari.

LAHIR BUTA

Bukhari, dilahirkan dalam keadaan buta. Ia dilahirkan di Bukhara setelah shalat Jumat. Tak lama setelah bayi yang baru lahir itu membuka matanya, ia pun kehilangan penglihatannya. Ayahnya sangat bersedih hati. Ibunya yang salehah menangis dan selalu berdoa pada Allah, memohon agar bayinya bisa melihat.

Doa tiada henti dipanjatkan oleh sang ibunda. Hari-harinya dihabiskan untuk memohon kepada Allah agar penglihatan buah hatinya dapat berfungsi normal. Akhirnya terjawab sudah doa sang ibunda.

Pada suatu malam, dalam tidurnya, perempuan itu bermimpi didatangi Nabi Ibrahim yang berkata, "Wahai ibu, Allah telah menyembuhkan penyakit putramu dan kini ia sudah dapat melihat kembali. Semua itu berkat doamu yang tiada henti-hentinya."

Ketika ia terbangun, penglihatan bayinya sudah normal. Ayahnya meninggal di waktu dia masih kecil dan meninggalkan banyak harta yang memungkinkan ia hidup dalam pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Dia dirawat dan dididik oleh ibunya dengan tekun dan penuh perhatian.

AHLI HADIS

Bukhari tumbuh sebagai anak yang cerdas, taat beribadah serta memiliki hafalan yang kuat. Bahkan di usia 16 tahun, dia sudah hafal kitab Sunan Ibn Mubarak dan Waki, juga mengetahui pendapat-pendapat ahli rayi (penganut faham rasional), dasar-dasar mazhabnya.

Kemudian bukhari tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan disegani. Setelah menunaikan ibadah haji bersama kakak dan ibunya, akhirnya Bukhari memutuskan tinggal di Makkah untuk memperdalam keilmuwannya serta meningkatkan hafalan hadisnya. Di situlah dia menuliskan karya-karyanya yang kemudian mengantarkan dirinya sebagai ulama besar sepanjang masa di dunia ilmu hadis.

Kisah ini telah menunjukkan betapa doa orang tua, terutama ibu selalu mustajabah. Seperti penjelasan hadis berikut ini. Dari Abu Hurairah Ra, Nabi Saw bersabda, "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi," (HR Abu Daud yaikh Al Albani mengatakan hadis ini hasan).

Baca Juga Yang Lainnya: