Tips Rasulullah SAW Mengatasi Stres

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Stres merupakan penyakit kejiwaan yang semakin hari semakin suburh menghinggapi manusia. Terutama bagi mereka yang tak siap menghadapi kesulitan hidup atau tidak mampu mengatasi berbagai persoalan yang menimpa.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Rutinitas sehari-hari, sulitnya mencari peluang kerja, kesenjangan ekonomi, penyakit yang tak kunjung sembuh, adalah secuil faktor yang menyebabkan stres muncul. Mereka yang menjumpai sederet faktor tersebut ada kalanya tak bisa menghadapinya dengan bijak.

Akibatnya, perasaan jemu, frustasi, kesal, marah dan sedih pun campur aduk menjadi satu. Menumpuknya perasaan inilah yang membuat orang stres. Bukan mustahil karenanya mereka bisa hilang ingatan alias gila!

Secara psikologis, dalam Islam Perspective on the Stress Management In Journal Rabitat Al-Islami-Bagaimana Jika Stres Menyerang, Dr. Syahid Athar. Husni Abar, disebutkan bahwa akibat-akibat stres dilatarbelakangi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

1. Ketakutan yang tidak diketahui dan ketidakmampuan kita untuk mengenal, meramalkan dan mengawsinya.

2. Kekurangan segala sesuatu, orang-orang dalam kehidupan kita tidak menyenangi kita, dan ketidakmampuan kita untuk menutupi kekurangan-kekurangan atau menerima mereka.

3. Ketidakmampuan kita untuk menatap masa depan. Kenyataannya, kita malah akan menjadi lebih stres jika tidak melakukan pandangan ke depan, tidak mempunyai cita-cita dan harapan.

4. Konflik-konflik di antara fikiran, kenyataan dan kegagalan untuk menerima realitas.

Kondisi kejiwaan yang buruk ini ditengarai bahkan bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Sejumlah temuan medis menghubungkan penyebab penyakit semisal radang dinding lambung (ulker peptik), hypertensi, penyakit serangan jantung, depresi, sakit kepala, insomnia, impotensi, frigiditas, diabetes, tekanan sistem imune dan penjalaran kanker, dengan stres.

Tak heran bila banyak orang berlomba-lomba mencari ketenangan agar tak mudah dihinggapi stres. Ada yang menanggulanginya dengan bermeditasi, latihan bio-feedback, psikoterapi, minum obat penenang, sampai pada penggunaan narkoba.

Akan tetapi, begitu terapi-terapi tersebut tidak lagi dilakukan, stres pun biasanya akan kembali menghampiri.

Ada pula cara yang tak kalah populer bahkan banyak dilakukan orang, yakni dengan kembali meyakini agama atau mengikuti ajaran-ajaran tertentu yang diniscayakan dapat menenangkan jiwa seseorang.

Pada dasarnya, menurut A.A. Brill, seorang psikoanalis, individu yang benar-benar religius tidak akan pernah menderita sakit jiwa. Menurutnya, keimanan yang tertanam pada jiwa manusia yang beragama memiliki pengaruh pengaruh yang cukup besar bagi hidupnya.

Ia semakin percaya diri, mampu meningkatkan kemampuan untuk sabar dan kuat menanggung derita kehidupan, membangkitkan rasa tenang dan tenteram dalam jiwa, menimbulkan kedamaian hati dan memberi perasaan bahagia.

Lagi pula, umumnya orang yang usianya telah mencapai 35 tahun bahkan lebih, dengan sendirinya memerlukan agama sebagai penawar atas segala persoalan yang mereka hadapi, sebagaimana yang dikatakan seorang psikoanalis terkenal, Carl Gustaf Jung.

Apa pasal? Seluruh langkah dan pandangan hidup orang beragam tidak semata-mata beranjak dari kepentingan pribadinya, melainkan didapatkannya dari agama yang menjadi pedoman hidupnya.

Sebagai umat Islam, maka sudah seyogyanya kita wajib meyakini dan mengimani bahwa bimbingan Islam dan berasal dari al-Quran dan al-Hadits merupakan obat dari segala penyakit kejiwaan, kegelisahan, stres maupun penyakit mental lainnya.

Untuk itulah, sebagaimana yang ditulis Syahid Athar dalam Islam Perspective on the Stress Management In Journal Rabitat Al-Islami, langkah yang harus diambil oleh seorang yang beriman sebagaimana Nabi juga mengamalkannya saat stres melanda :

A. Meningkatkan zikir. 'Orang-orang yang beriman dan tenteram hatinya dengan cara mengingat Allah. Ingatlah Hanya dengan mengingat-Nyalah diperoleh ketenteraman hati.' (13:28).

Jika seseorang tengah dilanda stres, Rasulullah SAW menekankan pula agar kita mempertebal keyakinan diri bahwa hanya Allah-lah Pelindung atas berbagai cobaan yang menimpa kita. Yakinkan juga bahwa sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kelak akan kembali pada-Nya.

B. Meningkatkan ibadah shalat. 'Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat menjadi pembantumu (untuk mencapai cita-citamu karena sabar dan shalat itu menenangkan jiwa, menetapkan hati, menjadi benteng dari perbuatan salah dan selalu mendorong untuk berbuat baik). Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.' (2:153).

Sikap sabar membuat manusia yang tengah dilanda emosi mampu meredam amarahnya. Pikirannya yang kalut dapat diredam oleh akal dan intuisinya yang jernih. Sementara shalat menjadi senjata untuk melebur segala gejolak jiwa yang tidak stabil yang kerap muncul.

Baca Juga Yang Lainnya: