Sedekah Yang Membawa Hadiah Bidadari Surga

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Athiyah adalah seorang hamba Allah yang tekun beribadah. Ia juga suka bersedekah. Suatu saat, ia hanya mempunyai dua potong pakaian. Satu pakaiannya akhirnya ia sedekahkan pada seorang janda. Karena sedekahnya itu, ia mendapat balasan pakaian surga dan bidadari surga sebagai istrinya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Suatu saat, pernah hidup seorang saudagar kaya, bernama Athiyah bin Khalaf. Hidupnya begitu mewah. Meski demikian, dia tidak sombong dan suka bersedekah. Berapa tahun kemudian, roda kehidupan tampaknya mulai meluncur ke bawah. Tiba-tiba saja seluruh harta bendanya tersita dan habis, lalu ia jatuh miskin.

Tak lama kemudian, istri yang dicintainya itu pergi. Ia pergi dengan membawa seorang anaknya yang masih kecil. Sedangkan anak yang satunya tergolek sakit menjadi tanggung jawabnya. Karena tak punya harta, anaknya yang sakit itu akhirnya meninggal dunia.

Lengkap sudah penderitaan yang di alami Athiyah, tinggalah dia hidup sebatang kara dengan dapur yang tidak pernah berasap lagi. Akhirnya seluruh perabot rumah tangga terjual habis. Sedangkan pakaiannya tinggal dua, yang bagus untuk ibadah, yang lainnya untuk keperluan sehari-hari. Badannya pun kini mulai renta dan iman yang masih di dalam dada yang membuat dirinya tekun beribadah.

BERTEMU JANDA

Bertepatan pada hari Asyura, dia pergi berjamaah shalat Subuh di Masjid Amru bin Ash. Sebagaimana setiap tahun, pada hari itu Masjid Amru bin Ash dipenuhi para jamaah hingga melebihi kapasitas. Setelah usai salat Subuh, Athiyah pun berdoa bersama para jamaah yang lain.

Namun beberapa saat kemudian, datanglah seorang wanita dengan membawa tiga anak kecil menuju ke arahnya. Dengan menyimpan beban berat di raut wajahnya, wanita itu terpaksa mengatakan sambil meneteskan air mata.

"Wahai tuan, dengan berat hati, tolonglah kami. Sebenarnya aku sangat malu meminta-minta pada tuan, karena aku menanggung tiga anak yang telah ditinggalkan ayahnya. Padahal kendati keadaanku begitu hina, namun secara jujur aku katakan bahwa aku sendiri termasuk Syarifah-warga darah Rasulullah SAW. Maag sekali tuan, aku tidak bermaksud apa-apa, namun tolonglah tiga anakku ini. agar tidak kelaparan barang sehari, itu saja tuan."

Mendengar permintaan ini, Athiyah terbengong-bengong. Tak lama kemudian dia mengajak wanita itu untuk pergi ke rumahnya. Maka berangkatlah mereka berlima menelusuri perkampungan, hingga sampai di depan pintu rumahnya. Setelah itu Athiyah mengatakan, "Ibu berhenti di sini saja, aku saja yang masuk."

Athiyah pun memasuki rumahnya seraya menutup pintu itu rapat-rapat, kemudian dia lepaskan baju yang bagus itu untuk diberikan kepada wanita peminta itu, dan dia sendiri cukup berganti dengan pakaian yang lusuh sekali.

"Wahai ibu, terimalah pemberianku ini, semoga baju ini laku kau jual untuk memberi makan anak-anakmu, hanya itu saja kemampuanku, terimalah," kata Athiyah.

PAKAIAN SURGA

Ketika itu terdengarlah si ibu tadi berdoa, "Terima kasih, semoga Allah memberimu pakaian surga, dan tidak lagi membutuhkan bantuan orang lain."

Mendengar doa ini hati Athiyah begitu bahagia seraya mengunci pintu. Dan dia pun memperbanyak zikir di hari Asyura itu, hingga menjelang malam. Malam harinya dia bermimpi melihat seorang bidadari yang cantik. Dia belum pernah melihat wanita secantik itu kendati wanita-wanita Arab banyak yang cantik.

Kedua tangan bidadari itu membawa bunga yang begitu harum. Di dalam vasi itu juga berisi berbagai macam pakaian surga yang begitu menakjubkan. Bidadari itu segera memegang pakaian tersebut dan dengan cekatan pula mengenakannya pada Athiyah.

Athiyah bertanya, "Siapakah nama Anda?"

"Namaku Asyuara yang akan menjadi istrimu di surga nanti," jawab Bidadari.

"Aku tidak akan secepat itu percaya kepada Anda, bagaimana aku mendapatkanmu semudah ini?" tukas Athiyah.

"Tiada lain karena doa seorang janda miskin dan banyak anak yang telah Anda perhatikan nasibnya kemarin," sahut bidadari.

Malam itu juga Athiyah terbangun dan tampak begitu bahagia. Sedangkan bau semerbak bunga sang bidadari itu masih bisa dirasakan di rumah itu. Maka dia pun segera berwudhu, kemudian melakukan shalat dua rakaat bersyukur kepada Allah dan berdoa, "Ya Allah, jika saja mimpi saya ini memang benar adanya, sekarang juga aku mohon kepada-Mu untuk segera mengambil roh kehidupanmu, hingga akan segera bertemu dengan bidadari yang akan menjadi istriku itu."

Belum sampai doa itu selesai, dia telah menghembuskan napas yang terakhir dengan senyum penuh kebahagiaan.

Baca Juga Yang Lainnya: