Rela Disiksa Demi Kebenaran

Saturday, February 3, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Sebagai budak, Luqman terlihat sangat memegang teguh amanah yang diberikan majikannya. Ternyata hal sepele itu membuat putri dari majikannya yang seorang pelacur menjadi bertobat. Bahkan orang-orang di desa itu juga ikut bertobat.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Luqman adalah seorang penggembala berkulit hitam yang diberi karunia kemerdekaan dan ilmu pengetahuan. Diriwayatkan oleh Sai'id bin Amir, ia berkata, "Telah bercerita kepada kami. Abu Ja'far, "Luqman Al-Habasy" adalah seorang budak milik seorang lelaki."

Pada hari Luqman dibawa ke pasar untuk di jual kepada siapa saja yang mau membelinya. Setelah menunggu lama, ternyata tidak ada yang membeli, membuat Luqman bersedih. Namun tiba-tiba ada seorang lelaki yang hendak membelinya. Luqman berkata, "Apa yang akan kamu lakukan terhadap diriku setelah kamu membeli nanti?"

Mendapat pertanyaan dari Luqman, maka sang pembeli tidak langsung menjawab. Ia berpikir sejenak. Kemudian lelaki calon pembeli itu menjawab, "Kalau kamu sudah aku beli, maka kamu akan aku suruh melakukan apa saja sekehendak hatiku."

"Aku mohon kepadamu agar mengurungkan niatmu untuk membeliku. Insya Allah apa yang kamu perintahkan aku tidak akan mau," pintu Luqman.

DIBERI AMANAH

Jawaban itu tentu saja membuat sang pembeli tidak jadi membeli Luqman. Dan perkataan itu diucapkan Luqman. Setelah agak sore datanglah calon pembeli lainnya. "Apa yang hendak kamu lakukan terhadap diriku (setelah kamu membeliku nanti)?" kata Luqman.

Dan pembeli ini nampaknya baik hati. Ia tidak mau memerintahkan Luqman sekehendak hatinya. "Kamu akan kuberi tugas hanya sebagai penjaga rumahku," jawab lelaki calon pembelinya itu dengan tenang.

Jawaban ini membuat Luqman senang, "Jika demikian, aku mau kamu beli," tuturnya.

Usai dibeli Luqman diajak pulang ke rumahnya. Ternyata, majikan Luqman mempunyai tiga orang anak gadis yang menjadi pelacur di desa itu. Pada suatu ketika majikannya ingin pergi ke kebunnya. Sebelum berangkat dia berpesan kepada Luqman. "Aku telah menyiapkan makanan di dalam akmar ini. Sepeninggalku, kuncilah pintu ini dan kamu harus berjaga di sini pula. Dan janganlah sekali-kali kamu membuka pintunya sebelum aku kembali ke rumah."

Setelah berpesan demikian itu, sang majikan Luqman meninggalkan rumah. Dan Luqman menjaga bilik lalu menguncinya. Tak lama kemudian ketiga putri majikannya datang. Anak tertua sang majikan berkata kepada Luqman, "Bukalah pintu ini."

Karena telah menerima pesan dan amanah dari majikannya, maka Luqman tidak membuka pintu. Ia perprinsip bahwa amanah itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Maka Luqman pun menolak untuk membukanya. Akhirnya ketiga gadis itu marah dan menganiaya tubuh Luqman dengan sesuka hati.

KETEGUHAN HATI

Meski mendapat siksaan dari anak majikannya itu, Luqman tidak marah. Ia hanya diam saja. Setelah dianiaya, Luqman membersihkan darah yang ada di tubuhnya dengan air. Lalu dia kembali berjaga di depan pintu. Ketika majikan pulang, Luqman tetap merahasiakan perilaku ketiga putri majikan terhadapnya.

Pada hari berikutnya sang majikan pergi ke kebunnya. Sebagaimana sebelumnya dia berpesan kepada Luqman, "Aku telah menyiapkan makanan dan semua keperluan. Oleh karena itu jangan membolehkan mereka membuka pintu ini."

Demikianlah, selepas perginya sang majikan, maka ketiga putri majikannya itu bergegas menemui Luqman dan berkata kepadanya, "Bukalah pintu ini."

Sementara itu Luqman masih tetap memegang teguh amanah yang diberikan kepadanya. Ia tetap tidak bersedia membukakan pintunya, sebagaimana pesan dari majikannya. Karena tidak mau membukakan pintu, maka ketiga gadis itu kembali menyiksa Luqman. Dan tubuh Luqman banyak mengeluarkan darah. Ia membersihkan dengan air dan kembali duduk di depan bilik.

Si majikan telah pulang ke rumah, Luqman sekali lagi tidak mau menceritakan perihal perilaku ketiga putrinya. Melihat keteguhan hati Luqman, muncul rasa simpati putri tertua majikannya kemudian putri majikan tersebut mendatanginya dan berkata, "Mengapa budak Habasyi ini lebih mengutamakan ketaatan kepada Allah SWT bila dibandingkan dengan aku? Dengan Allah, mulai sekarang juga aku akan bertaubat."

Sejak saat itulah putri sulung majikan Luqman itu pun bertaubat kepada Allah SWT. Tak lama kemudian si bungsu dan anak nomor dua dari majikannya itu juga taubat, maka rekan yangs ama bekerja dengannya di desa berkata. "Mengapa budak Habasyi dan ketiga gadis itu lebih mengutamakan taat kepada Allah SWT dibandingkan kita semua?" Hal tersebut mendorong mereka untuk bertaubat. Akhirnya jadilah mereka sebagai orang yang beriman dan beribadah di desa itu.