Paha Luka Parah Akibat Menghina Guru

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Semoga ceritaku di bawah ini dapat dijadikan pelajaran pada kita semua. Sebetulnya, kejadian ini cukup lama sekali. Ketika itu aku masih sekolah di jenjang MTs. Saat itu, pada bulan Juni 1992, ada mata pelajaran Aqidah Akhlak dan Olah Raga.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Kebetulan sekali, karena di sekolahku guru Aqidah Akhlak-nya mengajar di dua sekolah. Oleh karena itu, pas gilirannya dia mengajar, beliau selalu berjalangan hadir karena ada ulangan di sekolah satunya yang memang masih satu yayasan.

Aku sangat kecewa dan marah karena waktu itu ada PR yang banyak sekali sudah kukerjakan. Aku sudah capek-capek mengerjakannya, ternyata guruku itu tak datang. Saking marahnya, ku umpat guruku itu dengan kata-kata yang tidak pantas dan menyebutnya "maaf" seperti jenis hewan yang bernajis, yang hanya mau memakan bayaran saja.

Nah, karena aku menjabat sebagai ketua kelas, maka aku punya wewenang untuk mengatur teman-teman bila guru berhalangan hadir. Kuputuskan saja untuk mengajak teman-teman meninggalkan kelas dan mengajak mereka berolah raga ke lapangan.

Kebetulan sekolahku itu tidak punya lapangan hingga bila mau berolahraga harus berjalan lumayan jauh dan melewati gedung sekolah SMP yang diajar oleh guru tadi. Dia mengajar mata pelajaran agama di sekolah itu. Saat lewat, kulihat dari jendela kelas, guru itu sedang tekun mengajar.

Dan lagi-lagi aku menghina dan mengolok-oloknya hingga teman-temanku tertawa terpingkal-pingkal.

Dari sinilah petaka itu berawal. Aku dan teman-temanku terus berjalan sambil terus mengolok-olok guruku itu, hingga aku menyenggol anak SMP yang sedang jalan kaki sendirian. Anak tadi cuma diam dan memandang. Ia tak berani apa-apa, karena mungkin aku bersama teman-teman.

Sampai pada saat pelajaran olahraga selesai, saya diajak teman-teman untuk pulang bersama. Tapi, saya menolak dengan alasan masih capek dan ingin menghabiskan sisa minumanku di sebuah warung.

Aku pun pulang sendirian, namun sampai di suatu jalan, saya di hadang oleh anak yang saya senggol tadi. Ternyata dia membawa teman-temannya yang jumlahnya kurang lebih 10 orang. Anak tadi tiba-tiba mengeroyokku sampai aku terjatuh ke bibir jalan.

Kebetulan waktu aku jatuh, ada pecahan gelas dan tak ayal lagi "cress", pahaku terkena pecahan gelas hingga sobek dan banyak mengeluarkan darah. Untungnya ada orang yang lewat yang menolongku sedang dikeroyok.

Karena melihat lukaku yang sangat parah, akhirnya, dia membawaku ke puskesmas yang dekat dengan sekolah SMP. lantaran lukanya sangat parah, pahaku pun dijahit 18 jahitan.

Hari itu juga, kira-kira jam 11.00, guru yang kuhina tersebut datang paling dulu menengokku.

Dia bertanya tentang kronologis kejadiannya hingga aku dikeroyok. Aku tak bisa menjawabnya. Kukatakan bahwa aku hanya menyenggol anak tadi. Guru itu berjanji akan menyelidikinya. Dan dia berpesan supaya aku sabar dan tidak balas dendam.

Sesudah itu, guruku pulang mengantarkanku sampai rumah dan dia yang membayar biaya pengobatanku.

Alangkah menyesal dan malu diriku. Setelah beberapa bulan kemudian, pahaku sembuh walaupun bekas jahitannya masih ada sampai sekarang. Aku menyesal dan minta maaf pada guruku tadi. Aku minta ampun pada Allah yang langsung menegurku.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran untuk para pelajar jangan sekali-kali membangkang apalagi menghina guru. jadikan kisah ini sebagai pelajaran bahwa Allah akan memberikan balasan yang setimpal atas perbuatan yang kita lakukan dan marilah kita selalu bertaqwa dan taat kepada-Nya.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...