Menolak Fitnah, Bayi Mampu Bicara

Wednesday, February 14, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Nabi Isa dikaruniai banyak mukjizat oleh Allah SWT. Salah satunya adalah mampu berbicara ketika masih bayi. Ia berbicara untuk membantah fitnah yang dituduhkan masyarakat terhadap ibundanya, Maryam. Berikut kisahnya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Maryam binti Imran merupakan wanita salehah yang senantiasa menjaga kesuciannya. Sejak kecil ia telah diasuh oleh Nabi Zakaria. Ketika usianya telah cukup, ia mendermakan hidupnya untuk merawat Baitul Maqdis dengan menjadi pelayan suci.

Suatu hari, ketika Maryam tengah mengambil air, tiba-tiba datang mendekatinya seorang pemuda asing berwajah tampan. Pemuda itu mengaku diperintah Allah untuk menyampaikan sebuah pesan. Sebagai seorang gadis, Maryam takut dengan kehadiran si pemuda asing tersebut.

"Siapakah dirimua sebenarnya," kata Maryam ketakutan.

"Aku adalah Malaikat Jibril, Allah memerintahkan kepadaku untuk menyampaikan pesan bahwa Engkau tidak akan lama lagi akan mengandung. Selanjutnya engkau akan melahirkan anak laki-laki yang baik hatinya, saleh di dunia dan akhirat," jelas Malaikat Jibril dengan santunnya.

MENDADAK HAMIL

Maryam terperanjat mendengarnya. Ia berpikir bagaimana mungkin dirinya yang masih perawan dan belum pernah menikah akan mengandung dan kemudian melahirkan anak.

"Jangan ragu, yakinlah bahwa kejadian itu merupakan sesuatu yang sangat mudah bagi Allah," terang Malaikat Jibril.

Malaikat Jibril lantas meniup tubuh Maryam, sebelum kemudian berlalu. Tak berapa lama kemudian, Maryam pun hamil. Ketika waktu melahirkan tiba, Maryam menuju tempat asalnya di An Nashirah (Nazaret) dengan ditemani Yusuf. Mereka kemudian menuju daerah bernama Betlehem. Di bawah pohon kurma di Betlehem itulah Maryam melahirkan bayinya, Al Masih Isa.

Setelah itu datang lagi Malaikat Jibril untuk menenangkan batin Maryam. "Jangan takut, Allah akan menjagamu," kata Malaikat Jibril.

Maryam kemudian menggendong anaknya dan membawanya kembali ke kaumnya. Mengetahui bahwa Maryam memiliki anak, gemparlah kaumnya mengetahui peristiwa tersebut.

MEMBANTAH TUDUHAN

Orang-orang dari kuamnya mengetahui bahwa Maryam belum bersuami. Jika kini Maryam kembali ke kaumnya dengan membawa seorang bayi, maka menurut mereka pastilah bayi itu hasil hubungan gelap (berzina) Maryam.

"Maryam pasti melakukan zina dan bayu itulah hasil zinanya," umpat warganya membuat fitnah keji.

Maryam tidak menjawab fitnah keji itu. Namun Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya pada kaum tersebut. Atas kuasa-Nya, bayi yang masih dalam buaian ibunya tersebut dapat berbicara dan memberikan jawaban yang memuaskan.

"Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dia memerintahkan kepadaku untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat," ucap Bayi mungil itu.

Ucapan Isa merupakan mukjizat baginya sekaligus bantahan atas tuduhan keji yang ditujukan kepada ibunda tercintanya. Ibunya tetap wanita suci dan kelahirannya semata-mata karena kehendak-Nya.

Kisah tersebut dijelaskan dalam Alquran, "Dan berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh," (QS Ali Imran (3): 46).