Meneladani Akhlak Nabi Pada Anak

Wednesday, February 14, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Subhanallah, mulia sekali pribadi Rasulullah Saw. Beliau memang patut jadi idola setiap manusia. Cinta dan kasih sayangnya tercurah pada siapa saja, khususnya terhadap anak-anak. Bahkan pada anak-anak dari kalangan Non-Muslim.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Tindak tanduk Rasulullah dalam mencurahkan kasih sayang dan bersikap lembut terhadap anak-anak adalah contoh yang agung bagi seluruh umat. Beliau bukan saja sebagai ayah penyayang, tapi juga sebagai kakek yang lembut dan penuh perhatian terhadap semua anak-anak.

Itulah pribadi Rasulullah Saw yang dapat dijadikan pelajaran dan pengalaman berharga bagi umatnya dalam mendidik anak-anak.

SANGAT PENGERTIAN

Ketika kita berbicara sikap Rasulullah Saw terhadap anak-anak, maka tidak akan pernah kita temukan bandingnya dan permisalan seperti Beliau. Banyak peristiwa memesona yang berkaitan dengan kasih sayang beliau terhadap anak-anak.

Beliau dapat bersikap seperti anak-anak, tak kala sedang berkumpul dengan anak-anak. Tiap kali melihat seorang anak, Rasulullah Saw, biasa mendekati dan menunjukkan cinta dan kasih sayangnya kepada anak itu. Ketika bertemu anak-anak dijalan, beliau akan mengajak mereka menaiki unta beliau dan menghabiskan beberapa saat bersama mereka.

Dikisahkan pada suatu hari, Abdullah, Ubaidullah dan Ibnu Abbas sedang bermain bersama. Mereka sedang mengadakan lomba lari. Juara pertama akan mendapatkan hadiah. Saat itulah Rasulullah Saw, lewat. Beliau kemudian menghampiri mereka, tersenyum dan berkata, "Siapa saja yang berlomba denganku dan menang akan mendapatkan hadiah," sesudah itu, beliau pun berlari bersama mereka.

Anak-anak itu sangat bersemangat karena mendapatkan kehormatan berlomba dengan Rasulullah Saw. Mereka berlari secepat mungkin. Anak-anak itu merasa luar biasa gembira dan bahagia. Akhirnya, salah satu anak yang berlari paling cepat pun memenangkan lomba.

Rasulullah Saw kemudian memanggil anak yang memenangkan lomba itu dan memberikan hadiah yang sudah beliau janjikan. Kemudian beliau memeluk dan mencium mereka semua, lalu pergi.

TAK PERNAH MARAH

Nabi Muhammad Saw bukan saja penyayang, namun beliau juga tak pernah memarahi anak-anak. Pada suatu hari, setelah selesai menjalankan shalat Ashar, Rasulullah Saw berjalan pulang dan melihat Mahruza sedang berpura-pura azan. Beliau pun menepuk bahu Mahruza dan berkata, "Suaramu merdu sekali. Mengapa kau tidak ikut aku ke masjid dan melakukan azan di masjid saja?"

Dengan kepala tertunduk malu Mahruza mengikut Rasulullah Saw ke masjid. Jantung Mahruza berdetak kencang dan mengumpulkan keberanian. Sesampainya di masjid dengan gemetar, ia pun mengumandangkan azan, di sela-selanya Rasulullah Saw membetulkan kesalahan dan membantunya mengingatkan kita ketika ia lupa.

Ketika selesai azan, Rasulullah Saw menepuk kepalanya dan memasukkan uang kecil ke dalam sakunya sambil berkata, "Ini karena kau sudah melakukan tugas dengan baik." Mahruza sangat terkejut karena Rasulullah Saw bersikap sangat ramah dan mengampuninya, walau pun ia sudah bermain-main dengan azan.